Video. Dekan FKM UMI : Esensi Idul Adha yakni Kepatuhan Seorang Hamba

Dr.R Sudirman M.Si

BERITA-SULSEL.COM – Idul Adha artinya kembali kepada semangat berkurban. Berbeda dengan Idul Fitri yang artinya kembali kepada fitrah. Sehingga, esensi dari Idul Adha atau Idul Kurban adalah kepatuhan seorang hamba kepada Allah.

Jika Idul Fitri berkaitan dengan ibadah Ramadhan, di mana setiap hamba Allah selama Ramadhan benar-benar disucikan sehingga mencapai titik fitrah yang suci, tetapi dalam Idul Adha tidak demikian.

Hal ini disampaikan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UM) Dr. R. Sudirman, M.Si, beberapa waktu lalu. Kata dia, Kepatuhan seorang hamba ketika Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih anaknya yakni Nabi Ismail.

“Ismail merupakan anak satu-satunya Nabi Ismail. Dari penantian yang panjang untuk mendapatkan anak harus diuji dengan perintah Allah menyembelih anaknya. Disini tergambar kehambaan yang dicapai nabi Ibrahim dan nabi Ismail alaihimus salam,” ujarnya.

Kata dia, selain membuktikan kepatuhan seorang hamba, Idul Adha juga memperlihatkan kemampuan seseorang untuk berbagi dengan ihklas.

“Esensinya, siapa saja yang mendahulukan perintah Allah pasti akan diganti, serta dimudahkan persoalan-persoalannya di dunia olehNya,” ujarnya.

Kata dia, makna dari semua itu adalah menjadikan keimanan dan ketakwaan sesorang sebagai bekal dan perhiasan dalam hidup.

“Ketakwaan akan melahirkan kepekaan dan sensitifitas untuk menyambut seruan dan perintah ALlah. Ketakwaan yang menimbulkan rasa takut untuk melanggar adalah sebuah hakekat, bukan hanya pengakuan dan simbol-simbol lahiriah,” ujarnya. (*)

Berikut Videonya


Comment