Radio Taiwan International Siaran Indonesia Berusia 60 Tahun

Laporan Rudi Hartono
Anggota RTI Fans Club

Radio Taiwan International Siaran Indonesia Berusia 60 Tahun

BERITA-SULSEL.COM – Radio Taiwan International Siaran Indonesia hari ini Minggu, 17 September 2017 tepat berumur 60 Tahun, sebuah perayaan yang ditunggu-tunggu oleh semua pimpinan RTISI maupun pendengarnya yang berada di Taiwan maupun Indonesia.

Radio Taiwan merupakan corong pemerintah nasionalis Taiwan yang mengabarkan kepada dunia umumnya dan pendengar khususnya bahwa stasiun radio ini adalah milik rakyat Taiwan maupun rakyat Negara lain yang tinggal di Taiwan.

Banyak informasi ketenagakerjaan yang disampaikan melalui udara Radio Taiwan guna memberikan informasi yang jelas kepada pekerja asing tentang kewajiban majikan di Taiwan. Serta hal lainnya secara lengkap dikabarkan melalui Radio Taiwan Internasional.

Moment ulang tahun RTISI ke 60 sangat spektakuler karena perayaan ini adalah mempertemukan penyiar, pemimpin radio dengan pendengarnya. Hal special adalah datangnya 10 orang pendengar Radio Taiwan dari Indonesia dengan biaya sendiri. Selain itu juga dihadiri oleh pendengar RTISI dari Taiwan dan sekitarnya kurang lebih 120 orang.

Euphoria tidak berhenti disitu karena Kepala Kamar Dagang Ekonomi Indonesia, Robert James Bintaryo juga hadir dengan membawa Wakil KDEI dan beberapa staff KDEI untuk meriahkan ulang tahun RTISI ke 60. KDEI adalah perpanjangan tangan pemerintah Indonesia untuk Taiwan yang bekerja untuk membantu para pekerja Indonesia di Taiwan.

Hadir juga Chairman of RTI, Madame Lu Ping beserta Presiden RTI, Shio Li Chung untuk memeriahkan acara ulang tahun RTISI.
Lu Ping mengatakan bahwa pemahaman Taiwan terhadap Indonesia masih minim dimana Indonesia Negara yang begitu indah dan Taiwan juga memiliki sumber daya alam yang disukai oleh orang di belahan dunia.

Untuk memperkenalkan terus kedua Negara Radio Taiwan di masa depan akan terus menjalin hubungan kerjasama dengan stasiun radio Indonesia dan juga bekerja dengan sebaik-baiknya dengan orang Indonesia.

60 tahun RTISI merupakan upaya pemerintah Taiwan untuk tetap hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia baik di Taiwan maupun di Indonesia dengan bergerak bersama-sama.

Lu Ping juga menambahkan bahwa Taiwan akan menyambut Festival pertengahan musim gugur dimana ratusan pendengar dan paduan suara akan berpartisipasi mewakili hati mereka melakukan pertunjukan khusus. Dan banyak tamu yang hadir bercengkerama dengan tamu asing selama pertunjukan berlangsung di Taipei, salah satunya akan ada masakan tradisional Indonesia dengan ciri khas cabai.

Lu Ping juga berharap pendengar di masa depan akan berpartisipasi kembali saat perayaan RTISI ke 70, 80 bahkan 100 tahun perayaannya. Dan kami akan menyambut dengan suka cita.

Kemudian kata sambutan juga disampaikan oleh Robert James Bintaryo bahwa hari ini 17 September bukan hanya perayaan 60 tahun Radio Taiwan tapi juga kelahiran anak keduanya. Setiap RTI merayakan dan anak saya juga merayakan hari kelahirannya.
Saat ini pekerja Indonesia di Taiwan mencapai 253.000 orang setara dengan 1 % populasi penduduk Taiwan.

Ini menunjukan bahwa iklim kerja di Taiwan membuat aman dan nyaman bagi pekerja migran. Segala informasi ketenagakerjaan di Taiwan dapat diserap dengan cepat oleh pekerja Indonesia. Pekerja migran Indonesia juga sebagian besar sudah bisa berbahasa Mandarin dan memiliki keahlian sesuai bidang pekerjaan yang didapat selama di Taiwan.

Ia juga berharap Pemerintah Taiwan terus mempromosikan kebijakan arah selatan baru kepada dunia melalui media RTI, ucap Robert James.

Akhir kata sambutannya, Robert menyampaikan Selamat Ulang tahun kepada RTISI ke 60 semoga jaya selalu, sukses sebagai jembatan media informasi dan berguna bagi dispora Indonesia di Taiwan.

Selain itu juga perwakilan klub pendengar dari Indonesia, Borneo Listeners Club diberikan kesempatan untuk menyampaikan kata sambutan dimana Ketua Klub Rudi Hartono, menyampaikan terima kasih tak terhingga atas sambutan hangat RTISI hingga 10 pendengar Indonesia bisa tiba di Taiwan.

RTI memberi kesan bahwa 20 tahun yang lalu hampir mengalami penutupan siaran, namun berkat kerja keras pimpinan dan penyiar di masa itu dengan dukungan petisi pendengarnya dan hari ini RTISI tetap berdiri tegak menjumpai pendengarnya, kenang Rudi Hartono.

Kata sambutan terakhir disampaikan oleh Ketua RTI Fans Club, Sri Utari yang menyampaikan bahwa dengan adanya RTI dia dan pekerja Indonesia dapat menguasai bahasa Mandarin dengan baik, berkat RTI juga ia bisa menyalurkan hobby pekerja sesuai bidang yang dikuasainya baik music maupun olah raga. Dan berkat RTI ia dan pekerja lainnya mengatahui peraturan ketenagakerjaan Taiwan.

Kedua Ketua klub, Rudi Hartono dan Sri Utari juga menyampaikan ucapan Selamat ulang tahun bagi RTISI ke 60.
Kemeriahan acara juga dilengkapi dengan perform tarian tradisional dari Jawa Timur dan Kalimantan, pertunjukan Taichi, lantunan lagu dari dispora berbahasa Mandarin dan Indonesia.

Semua itu disajikan oleh pendengar dari Indonesia dan Taiwan. Acara juga dilengkapi dengan perkenalan penyiar RTISI, pemutaran film ucapan selamat bagi RTISI, pemotongan tumpeng ulang tahun dan diakhiri dengan foto bersama. Demikian tukas Farini Anwar, selaku ketua pelaksana ulang tahun RTISI yang juga penyiar senior Radio Taiwan Internasional.


Comment