Rokok Elektrik (Vapor), Racun Berbalut Teknologi

Siti Nurjannah

Oleh Siti Nurjannah

Mahasiswa FKM UMI

ROKOK elektrik atau yang biasa dikenal dengan sebutan vapor dikalangan anak muda dibuat untuk mengurangi ketergantungan para pecandu rokok tembakau.

Rokok tembakau diangga memiliki bahaya yang besar bagi kesehatan. Padahal, bahwa vapor memiliki tingkat bahaya yang tidak kalah besar dengan rokok biasa, bahkan bisa mengancam jiwa.

Cairan atau liquid vapor yang jika di panaskan maka akan menghasilkan uap atau asap. Yang perlu kita garis bawahi, bahwa larutan liquid tersebut mengandung gliserin, propilen, glikol dan senyawa perasa yang di gabung menjadi satu.

Vapor juga menggunakan baterai yang mengandung nikotin dan bahan kimia lainnya. Seperti rokok-rokok tembakau pada umumnya, asap akan masuk ke dalam tubuh dan mengakibatkan iritasi pada paru-paru bahkan bisa menyebabkan kanker jika digunakan dalam jangka panjang.

Berdasarkan data yang diperoleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, beberapa penelitian menunjukkan bahwa:

• Nikotin dalam rokok elektrik diserap oleh tubuh penggunanya dan orang-orang di sekitarnya.

• Nikotin sangat berbahaya bagi pengguna rokok elektrik yang masih muda karena berdampak negatif bagi perkembangan otak.

• Nikotin sangat membahayakan kesehatan wanita hamil dan janin yang ada dalam kandungannya. Menggunakan rokok elektrik atau bahkan hanya berada di sekitar orang yang menggunakan rokok elektrik dapat membuat wanita hamil terpapar nikotin dan zat kimia beracun lainnya yang ada dalam rokok elektrik.

• Uap yang dihasilkan dari rokok elektronik bukan merupakan uap air. Ini mengandung nikotin dan dapat mengandung zat kimia lainnya yang dapat mengganggu kesehatan dan mencemari udara.

Satu-satunya cara untuk menjaga kesehatan adalah dengan berhenti merokok, jenis rokok apapun itu. Merokok satu kali saja dalam sehari bahkan dapat membahayakan kesehatan Anda. Mungkin sekarang para pengguna rokok elektrik belum mengalami gangguan kesehatan, tetapi untuk dampak jangka panjangnya bisa saja ada.

Dampak kesehatan dari rokok baru muncul dalam waktu beberapa tahun ke depan. Karenanya jika ingin gaya hidup yang lebih sehat, maka lebih baik berhenti merokok mulai dari saat ini.


Comment