
BULUKUMBA, BERITA-SULSEL.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bulukumba mengeluhkan anggarannya yang semakin sedikit. Pasalnya, mendekati 9 Desember 2015 jumlah anggaran yang dikelola pihaknya tinggal Rp19 miliar. Jumlah tersebut tak sepadan dengan kebutuhan yang akan digunakan pihaknya.
Keluhan ini disampaikan Ketua KPU Bulukumba, Andi Azikin Petedduri kepada wartawan, Sabtu (28/11/2015). Kata dia, hingga saat ini pihaknya belum menerima tambahan anggaran sebesar 2,5 persen pembuatan surat suara dari 365.990 Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Tak hanya itu, kata Andi Azikin, anggaran PPS juga tidak seimbang, dalam daftar anggaran KPU biaya hanya Rp700 ribu rupiah yang semestinya Rp7 juta rupiah untuk satu PPS.
Azikin menambahkan, biaya perjalanan dinas KPU tinggal Rp 80 juta. Sehingga dirinya khawatir bila perjalanan dinas itu tidak cukup akan jadi masalah bila ada sengketa di MK (Mahkamah Konstitusi). “Kami berharap anggaran KPU Bulukumba direvisi kembali,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Kasi Intel Kejari Bulukumba, Supriyadi SH yang juga turut memantau perkembangan Pilkada. Kata dia, suksesnya Pilkada tergantung anggaran.
“Anggaran Pilkada adalah masalah serius,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, pelaksana tugas (Plt) Bupati Bulukumba Yusuf Sommeng mengatakan, permintaan revisi anggaran dari KPU itu langsung dibahas dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Bulukumba. “Pembahasan ini belum terlambat,” kata Yusuf Sommeng,
Senada dengan pihak Kejari Bulukumba, Ketua Komisi A DPRD Bulukumba, Hj.Hilmiyati Azip mengakui, memang ada masalah antara KPU Bulukumba dengan TAPD Bulukumba.
“Saya setuju revisi anggaran KPU, karena sukses tidaknya Pilkada tergantung anggaran,” ujar legislator Partai Hanura tersebut. (Heri)
Baca Juga
Askar Deklarasi Partai Pengusung di Bulukumba
Honorer K2, Jadi Perhatian Edy Manaf di Bulukumba
Comment