GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melakukan edukasi gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat (Gema Cermat).
Gerakan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kepedulian dan keterampilan masyarakat tentang tata cara atau pola menggunakan obat yang tepat dan rasional.
Pencanangan program ink langsung dilakukan Bupati Gowa, Adnan Purictha Ichsan di Gedung De Bollo Sungguminasa, Rabu 21 Maret 2018.
Kata Adnan, saat ini Indonesia mengalami perubahan pola penyakit yang sering disebut transisi epidelogi, ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular (PTM).
” Dari sepuluh penyebab kematian utama, lima diantaranya itu penyakit tidak menular yaitu stroke, jantung koroner, kencing manis, hioertensi dengan komplikasi, penyakit paru obstruksi kronis. Kematian ini semakin meningkat karena pola hidup yang tidak sehat,” ungkapnya.
Bupati termuda dikawasan Timur Indonesia ini menjelaskan, pengobatan sendiri yang kerap dilakukan masyarakat dalam mengatasi keluhan gejala penyakit tanpa konsultasi dengan dokter atau apoteker harus dihilangkan. Pasalnya, kebiasaan itu akan mengakibatkan over dosis bahkan kematian akibat keracunan obat.
“Sekarang banyak masyarakat yang melakukan pengobatan sediri karena melihat iklan media massa, televisi atau dari mulut ke mulut yang akan membuat tujuan pengobatan tidak tercapai dan lebih kerap salah obat yang berakibat fatal,” jelas orang nomor satu di Indonesia ini.
Adnan meminta masyarakat memilah informasi yang didapatkan, dan ketika melakukan terapi medis sebaiknya lakukan kepada yang paling kompeten yaitu tenaga Apoteker, serta bagi Apoteker dalam melakukan pelayanan agar memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat tersebut.
“Apoteker dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat bukan hanya memberikan obat tetapi harus diiringi dengan pemberian informasi yang dapat dipahami manfaat dari obat yang digunakan, dan semoga dengan adanya Gema Cermat ini mampu membangun komitmen bersama antara tenaga kesehatan, dan pemerintah setempat, yang akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gowa melalui kesehatan yang baik, ” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, Hasanuddin Tahir mengharapkan dalam kegiatan ini semua stakeholder dapat berkomitmen bersama khususnya terkait penjualan obat-obat tanpa resep.
“Jadi kalau membeli obat tanpa tanpa ada BPOMnya apa lagi mereka membeli obat melalui pedagang besar Farmasi itu perlu diwaspadai. Masyarakat juga harus tahu simbol-simbol obat kalau ada logo biru itu berarti dijual bebas, warna hijau bebas terbatas, kalau warna merah maka itu antibiotik (obat keras) sehingga harus disertai resep dokter. Antibiotik tidak bisa dijual bebas karena berbahaya,” katanya. (An)
Comment