Mahasiswa Sinjai Mengutuk Aksi Penyerangan Kampus STIE AMKOP Makassar

Jakub Congge
Jakub Congge

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Insiden Penyerangan yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab, Senin 4 April 2016 lalu disayangkan banyak pihak, baik civitas akademik, dan masyarakat di sekitar Jalan Meranti, termasuk Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (GEMASABA) DPC Sinjai.

Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (GEMASABA) DPC Sinjai, Jakub Congge mengatakan, penyerangan kampus yang dilakukan sekelompok orang terjadi begitu cepat dan tiba-tiba. Mereka melakukan pelemaparan ke dalam halaman kampus.

Kata dia, kelompok atau oknum penyerangan di duga ada kaitannya dengan penggusuran PK-5 di sekitar Kampus STIE AMKOP Makassar yang dilakukan pemerintah Kota Makassar.

“Apapun alasannya, tindakan tersebut sama sekali tidak beradab. Selain kampus STIE AMKOP ada sekolah TK dan SD, sehingga membuat trauma anak murid, kejadian ini terjadi saat jam belajar,”ujarnya, Jumat (8/4/2016).

Jakub yang juga mahasiswa Program Pasca Sarjana STIE AMKOP sangat menyesalkan kejadian tersebut. “Seharusnya ini tidak terjadi, hal ini mencoreng nama kampus kami, nantinya ada stigma muncul dari masyarakat kalau mahasiswa AMKOP bentrok, dan parahnya lagi pada saat penyerangan banyak anak Sekolah, TK dan SD yang masih belajar. Untuk itu saya meminta polisi harus menangkap pelakunya,” tegas Jakub.

Hal senada diungkapkan Anggota DPRD Sinjai, Evi Harviani Amir. Menurutnya, jika ada kelompok yang kecewa seharusnya sampaikan aspirasi mereka dengan baik dengan cara musyawarah, tidak dengan cara anarkis.

“Ini bentuk advokasi tak tepat yang dilakukan kelompok yang merasa dikecewakan,” tandas Evi Harviani yang merupakan Mahasiswa Pasca sarjana AMKOP.

Pasca Kejadian tersebut, pimpinan kampus mengambil inisiatif untuk meliburkan mahasiswa selama 2 hari guna menghindari penyerangan susulan. (*)

Baca Juga

PPs STIE Amkop Terima 90 Mahasiswa

Dr Bachtiar Maddatuang


Comment