Begini Cara Disnakersostran Sinjai “Mainkan” Anggaran PPA Sebesar Rp500 Juta

ilustrasi anggaran
ilustrasi anggaran

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Pelaksanaan Program Pengurangan Pekerja Anak guna mendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH) tahun 2016 yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostran) Kabupaten Sinjai dikeluhkan.

Program yang dibentruk Menteri Tenaga Kerja (Menaker) bertujuan mengurangi angka pengangguran. Program PPA mendapatkan kucuran dana hingga Rp 500 juta dengan jumlah peserta hanya 84 orang.

Keluarga salah satu peserta, Indra yang melaporkan pelaksanaan PPA-PKH ini mengatakan, jumlah anggaran dari kementerian tak sesuai dengan pelaksanaan pelatihan tersebut.

“Anggaran pelatihan Rp500 juta, 48 peserta dalam waktu 25 hari. Namun, kondisi atau tempat pelatihan mereka tak sesuai. 85 peserta ini ditampung di 7 kamar,” jelasnya kepada berita-sulsel.com, Selasa 10 Mei 2016.

Kata dia, pelatihan tersebut diikuti anak diputus sekolah dengan usia 17 tahun kebawah. “Dalam menjelankan PPA ini, Dinas tenaga kerja Kabupaten menyewa satu unit Ruko di Jalan Jenderal Sudirman dengan 4 kamar. Selain itu, Kepala Dinas juga menyewakan rumahnya dengan 3 kamar. Ini atas permintaanya sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, kepala Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Sinjai, Muhlis Isma yang dikonfirmasi mengaku tak mengetahui tehnis pelaksanaan PPA tersebut.

“Saya tidak tahu banyak soal PPA ini. Tapi, betul saya menyewakan rumah saya untuk digunakan sebagai tempat tinggal bagi peserta,” ujarnya.

Ditanya soal anggaran, Muhlis juga mengaku tak mengetahui hal tersebut. “Saya tak tahu berapa jumlah anggaran yang digunakan. Sebab, anggaran tersebut dari kementrian, bukan APBD Kabupaten Sinjai,” paparnya.

Hal senada disampaikan Kabid Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi, Lukman. “Saya lagi diluar daerah, ada urusan keluarga. Silahkan hubungi pengawasnya,” ujarnya. (*)


Comment