MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wira Bhakti Makassar kembali mewisuda 496 sarjana dari dua program studi yakni Manajemen dan Akuntansi.
Kegiatan yang dirangkaikan yang dilaksanakan melalui rapat senat terbuka luar biasa dan dies natalis ke XIX dilaksanakan di Claro Hotel, Sabtu (3/8/2019).
Ketua Yayasan Bhakti Bumi Persama yang membina STIE Wira Bhakti Makassar, Dra A Fatima Sumange Alang MM menyampaikan ucapan selamat kepada orang tua mahasiswa yang telah memberikan dukungan dan bantuan kepada anak mereka untuk menyelesaikan studi serta meraih gelar sarjana ekonomi.
Baca Juga
Prof Jasruddin : Alumni STIE Wira Bhakti Makassar Jangan Berfikir jadi Honorer
Kata dia, keberhasilan yang diraih hari ini merupakan jalan panjang dalam proses pendidikan yang dijalani setiap mahasiswa.
Video Wisuda STIE Wira Bhakti Makassar
“Ucapan selamat saya sampaikan kepada orang dan keluarga atas kesuksesan yang diperoleh putra serta putrinya. Prestasi yang mereka dapat tak lepas dari peran bapak dan ibu,” ujarnya.
Setelah meninggalkan dunia akademik, jelas Dra A Fatima, setiap alumni akan memasuki kehidupan bermasyarakat yang jauh lebih luas sekaligus menghadapi tangangan yang lebih berat.
Baca Juga
Akreditasi Institusi B, Ketua LLDIKTI IX: STIE Wira Bhakti Makassar Bisa Tambah Prodi Baru
“Menghadapi tantangan tersebut, tak boleh hanya mengandalkan ijazah, tapi kompetensi dari ijazah tersebut harus terus dikembangkan melalui peningkatan kemampuan dan keterampilan. Hal ini sesuai dengan kebutuhan kerja,” jelasnya.
Dra A Fatima mengaku, dalam menjalankan proses pendidikan dan memenuhi kebutuhan kerja di masyarakat, pihaknya secara konsisten meningkatkan kualitas sumber daya manusia mahasiswa maupun dosen sebagai tenaga pendidik.
“Peran STIE Wira Bhakti tak hanya memberikan proses pembelajaran kepada peserta didik. Tapi juga menciptakan sumber daya manusia yang siap di masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX, Prof Dr Jasruddin MSi mengatakan, setiap mahasiswa, termasuk wisudawan STIE Wira Bhakti Makassar harus bisa menghadapi tantangan besar di era Revolusi Industri 4.0.
Kata dia, perubahan pola baru ini membawa dampak terciptanya jabatan dan keterampilan kerja baru dan hilangnya beberapa jabatan lama.
Kata Prof Jasruddin, setiap sarjana harus bisa menciptakan lapangan kerja. Setiap sarjana jangan pernah bermimpi jadi tenaga honorer. Sebab, tenaga honorer awal dari penderitaan.
Kata dia, sarjana yang kerja honorer tak akan bisa mengembalikan biaya kuliah. “Ilmu dan keterampilan yang dimiliki setelah menyelesaikan pendidikan sudah cukup buat Anda bahagia, bukan menderita. Cukuplah orang tua Anda yang telah membiayainya menderita. Jangan sambung penderitaan mereka,” ujarnya.
“Banyak orang hebat berkata, dunia era milenial hari ini tak perlu ijazah Anda. Buat apa ijazah tapi tidak punya skill. Dunia saat ini membutuhkan mereka yang memiliki skil dan kompetensi,” tambahnya.
Menurut Prof Jas, tantangan itu harus dihadapi dengan pola kerja baru yang tercipta dalam revolusi 4.0. Satu faktor yang penting adalah ketrampilan atau skil dan kompetensi. (*)
Comment