Prof Jasruddin : Alumni STIE Wira Bhakti Makassar Jangan Berfikir jadi Honorer

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Setiap mahasiswa atau alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wira Bhakti Makassar harus bisa menghadapi tantangan besar di era Revolusi Industri 4.0. Perubahan ini membawa dampak terciptanya keterampilan kerja baru.

Hal ini disampaikan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX, Prof Dr Jasruddin MSi saat memberikan sambutan saat rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Sarjana Angkatan XVI dan Dies Natalis ke XIX STIE Wira Bhakti Makassar di Claro Hotel, Sabtu (3/8/2019).

Kata Prof Jasruddin, setiap sarjana ekonomi harus bisa menciptakan  bisnis baru atau lapangan kerja. Setiap sarjana jangan pernah bermimpi jadi tenaga honorer. Sebab, menjadi tenaga honorer merupakan awal dari penderitaan.

Baca Juga : Besok, 496 Mahasiswa STIE Wira Bhakti Makassar Diwisuda

Kata dia, sarjana yang kerja honorer tak akan bisa mengembalikan biaya kuliah. “Ilmu dan keterampilan yang dimiliki saat ini sudah cukup buat Anda bahagia, bukan menderita. Cukuplah orang tua Anda yang telah membiayainya menderita. Jangan sambung penderitaan mereka,” ujarnya.

“Banyak orang hebat berkata, dunia era milenial hari ini tak perlu ijazah Anda. Buat apa ijazah tapi tidak punya skill. Dunia saat ini membutuhkan mereka yang memiliki skil dan kompetensi,” tambahnya.

Menurut Prof Jas, tantangan itu harus dihadapi dengan pola kerja baru yang tercipta dalam revolusi 4.0. Satu faktor yang penting adalah ketrampilan atau skil dan kompetensi.

Baca Juga : Perempuan dengan Uang Panai Rp500 Juta Asal Jeneponto, Ternyata Mahasiswa STIE Wira Bhakti, Baru Saja Ujian Skripsi

“Hari ini ada tantangan paling besar di dunia dalam dunia kerja. Sistem 4.0 memberikan tantangan bagi setiap alumni kampus. Sehingga, setiap mahasiswa maupun alumni harus bisa menyesuaikan diri,” ujarnya.

“Hal terpenting, setiap alumni perguruan tinggi, khususnya di STIE Wira Bhakti harus bisa menciptakan inovasi bisnis baru.
Setiap seorang sarjana harus bisa melahirkan lapangan kerja baru,” ujarnya

Prof Jasruddin berharap, setiap kampus tak hanya menghadirkan gedung yang tinggi. Namun juga harus menyediakan fasilitas informasi yang baik.

Baca Juga : 12 Alasan Kenapa Harus Memilih STIE Wira Bhakti untuk Kuliah

“Jika Anda keluar dari ruangan ini, maka status Anda akan berubah. Bahkan turun derajat. Sebab, status maha hanya ada dua yang memilikinya yakni mahasiswa dan tuhan,” ujarnya.

“Untuk itu, mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya jangan menjadi sarjana galau setelah wisuda. Sebab, banyak perguruan tinggi hebat, dengan IPK alumninya 4,0. Tapi, saat ditanya setelah wisuda mau kemana, mereka tak bisa menjawab. Sebab, mereka berorientasi cari kerja,” ujarnya.

Orang tua yang anaknya telah sarjana, tambah Prof Jasruddin, jangan lagi berfikir jangan jauh-jauh cari kerja. Sebba, ini bahasa dan prinsip masa lalu.

“Hari ini, setiap orang tua harus meminta anaknya yang telah sarjana untuk pergi kerja sejauh mungkin, asal ada signal handpone,” ujarnya

“Jika Anda ingin menguasai suatu bangsa, kuasailah bahasanya. Jika ingin menguasai dunia, kuasailah bahasa dunia. Dimana pun Anda berada, harus menjaga nama baik kampus. Sebab, dalam kesukses Anda, ada nama almamater,” ujarnya.

“Silahkan terbang kemana-mana, tapi ingat Anda adalah alumni STIE Wira Bhakti Makassar,” tutupnya. (*)


Comment