Cegah Agar Siswa SDN Tamamaung Makassar tak Cacingan, Dua Dosen FKM UMI Lakukan Ini

Cegah Agar Siswa SDN Tamamaung Makassar tak Cacingan, Dua Dosen FKM UMI Lakukan Ini

Cegah Agar Siswa SDN Tamamaung Makassar tak Cacingan, Dua Dosen FKM UMI Lakukan Ini

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Dua Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI), melakukan pengabdian masyarakat di Sekolah Dasar Negeri Tamamaung, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, Senin dan Selasa, tanggal 12 -13 Agustus 2019.

Keduanya yakni DR A Rizki Amelia AP SKM M Kes, dosen mata kuliah administrasi kebijakan kesehatan dan Hasriwiani Habo Abbas SKM MKes Ph.D, dosen epidemiologi.

Baca Juga : Marinosato Association dari Jepang Jajaki Kerjasama dengan FKM UMI

A Rizki mengatakan, pengabdian masyarakat yang dilakukannya dikemas dalam bentuk sosialisasi cuci tangan pakai sabun sesudah buang air dan sebelum makan. Selain itu, sosialisasi ini juga bertujuan melakukan pencegahan kecacingan pada anak SD.

“Walaupun anak sudah mencuci tangan setelah BAB, tetapi tangan anak mungkin saja kotor lagi dan tercemar telur cacing saat bermain ditanah,” jelasnya saat ditemui berita-sulsel.com di FKM UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (6/9/2019).

Baca Juga : Wajib Dipertimbangkan, Berikut 10 Alasan Memilih Kuliah di FKM UMI

“Apabila anak tidak cuci tangan sebelum makan dan tak menggunakan sabun sehingga tak bersih, maka anak tetap berisiko terinfeksi kecacingan,” tambahnya.

Alumni FKM Unhas ini mengatakan, cuci tangan setelah BAB sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan kecacingan. Hal ini dapat dilakukan dengan membiasakan perilaku mencuci tangan setelah buang air besar dengan menggunakan air dan sabun.

Hal senada disampaikan Hasriwiani Habo Abbas. Kata dia, melalui sosialisasi ini siswa SD memiliki pengetahuan tentang penyakit cacing.

“Penularan cacing disebabkan minimnya pengetahuan anak SD dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” jelasnya.

Kata dia, perilaku jajan di sekolah yang kebersihannya tidak dapat dikontrol menjadi sumber penularan infeksi kecacingan pada anak.

“Dalam sosialisasi ini, kamia melakukan penyuluhan mencuci tangan dengan baik dan benar. Kegiatan ini tak hanya diikuti siswa saja. Tapi juga guru,” terang.

Melalui pengabdian masyarakat, ini jelas Hasriwiani, siswa SD dapat mencegah terjadinya kecacingan dan memperhatikan kebersihan lingkungan. (*)


Comment