GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Proyek pembangunan tiga unit pasar yang tersebar di tiga kecamatan di Gowa, yaknk Pasar Balang-balang di Kecamatan Bontomarannu, Pasar Limbung di Kecamatan Bajeng serta Pasar Lauwa di Kecamatan Biringbulu saat kini sedang dalam proses tender di Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Gowa diharapkan berjalan transparan.
Sejumlah elemen masyarakat, khususnya dari kalangan LSM menwanti-wanti panitia tender untuk tidak melakukan tindakan yang bisa berimplikasi hukum, berpihak pada satu rekanan peserta tender.
“Kami meminta panitia tender berlaku transparan dan obyektif dalam menentukan pemenang. Bersikap jujur, terbukalah dan minimalkan persoalan yang berdampak pada proses hukum,” ujar salah satu penggiat LSM anti korupsi di Gowa, Zulfiadi Muis di Sungguminasa.
Zul demikian ia sering disapa berjanji akan terus mengawal ketiga proyek pembangunan pasar tersebut yang diharapkan rampung akhir tahun ini.
“Kita tidak main-main dalam mengawal proyek ini. Mulai dari proses tender hingga rampungnya proyek yang menggunakan uang rakyat milliaran rupiah ini akan kita kawal,” tegas Zul.
Hal senada juga disampaikan salah satu penggiat anti korupsi lainnya, Arfandi Palallo. Ia menegaskan, pihaknya dari awal sudah memberi perhatian penuh terhadap ketiga pembangunan pasar ini, mulai dari proses tender yang saat ini masih berjalan hingga dalam pengerjaannya nanti.
“Saya ingatkan kepada panitia tender agar berlaku adil dan transparan. Jangan coba-coba main-main dengan memihak ke salah satu peserta tender,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Pedastri) Kabupaten Gowa, Andi Sura Suaib yang ikut dihubungi mengaku, meskipun ketiga proyek pembangunan pasar itu menjadi tanggungjawab unit kerja yang dipimpinnya, namun dalam proses tender, pihaknya sama sekali tidak ikut campur dan menyerahkan sepenuhnya ke pihak bagian ULP. (an).
Comment