MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Sebanyak 68,83% masyarakat Kota Makassar mengidamkan figur Wali Kota baru, sementara hanya 18,72 persen warga yang masih menginginkan kepemimpinan figur lama. Sisanya 12,45 persen responden tidak menjawab.
Angka ini muncul berdasarkan hasil survey PT General Survey Indonesia (GSI) yang rilis Januari lalu dengan jumlah koresponden 880 orang. Menanggapi hal ini, sejumlah masyarakat mengaku setuju survei tersebut. Salah satunya Rian, Warga Panaikang, Kecamatan Panakukkang.
Ia mengatakan wajah lama cenderung sudah tidak diperhitungkan dalam kontestasi politik lima tahunan ini. “Bisa dibilang wajah lama ini tidak direkeng (diperhitungkan) di Pilwali. Masyarakat memang lebih condong melirik figur baru,” ujarnya saat ditemui di salah satu Warkop Kompleks Topaz Raya, Selasa (11/2/2020).
Rian menambahkan, salah satu hal yang membuat wajah lama ini tidak lagi di perhitungkan lantaran menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap mereka.
“Dalam artian sudah krisis kepercayaan. Kan banyak nama lama ini yang muncul sudah pernah menjabat di pemerintahan bahkan Wali Kota, tapi belum juga bisa membuktikan janji-janjinya saat dirinya mencalonkan kemarin. Lantas dia mau calon lagi hari ini,” ungkapnya.
Comment