Pemprov Sulsel Siapkan Langkah Strategis Jelang PSBB

Pemprov Sulsel Siapkan Langkah Strategis Jelang PSBB

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Menjelang diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota Makassar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyiapkan sejumlah langkah strategis.

Gubernur Sulsel, Prof. Nurdin Abdullah menjelaskan, walaupun izin PSBB sudah terbit melalui Kementerian Kesehatan, Pemkot juga harus memperkuat aturannya melalui PeraturN Wali Kota (Perwali).

“Sudah ada izin untuk PSBB dari Kementerian Kesehatan, tentu ini harus diikuti dengan Peraturan Wali Kota,” kata Nurdin Abdullah usai rapat Gugus Tugas Penanganan Covid-19, di Posko Covid-19, Jalan Jendral Sudirman, Makassar, Jumat (17/4/2020).

Ia mengungkapkan, apa yang dilakukan selama ini, seperti peliburan anak sekolah, bekerja dari rumah, merupakan bagian dari PSBB.

“Tentu setiap daerah berbeda-beda. Khusus Makassar saya kira kita buat lebih slowly, tidak harus masyarakat tegang, panik, tidak perlu. Kita tidak perlu panik,” ujarnya.

Nurdin menuturkan, masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah provinsi maupun kota sudah menyediakan langkah-langkah untuk menghadapi PSBB.

“Pertama kita harus menyediakan sosialisasi selama empat hari. Empat hari sosialisasi betul-betul dari kampung ke kampung kita sampaikan. Kedua, kenapa sosialisasi ini penting, agar betul-betul kita melakukan physical distancing itu secara bersama-sama. Sosial distancing, dan wajib menggunakan masker,” urainya.

“Ini adalah pokok yang akan dimuat dalam PSBB. Kalau ini diberlakukan, yang lain tentu ada penegakan hukum bagi yang melanggar. Tapi saya ingin sampaikan bahwa kita nggak usah panik,” lanjutnya.

Untuk mengatasi pendemi Covid-19 ini, kata Nurdin Abdullah, dibutuhkan kelompok dari seluruh lapisan masyarakat.

“Seluruh yang dilarang mohon untuk dipatuhi. Karena kalau tidak, mungkin kalau hari pertama masih uji coba, tapi selanjutnya ada langkah lebih tegas lagi karena ini adalah kepentingan kita semua. Saya kira bukan anggaran yang besar, kekuatan tim yang besar memutus rantai ini. Tapi yang memutus rantai ini adalah komunitas kita, masyarakat kita, makanya dituntut kesadaran dan kedisiplinan,” terangnya.


Comment