
SINJAI, BERITA-SULSEL.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sinjai kembali melakukan mengusir pasien yang ingin melakukan pengobatan. Sapri (16), warga Kelurahan Lappa yang mengalami luka dibagian mata karena terkena petasan tak mendapat layanan rumah sakit karena tak memiliki biaya.
Rahmatiah, ibu korban mengatakan, anaknya ditolak untuk berobat di RSUD Sinjai karena dirinya dan anaknya tak memiliki biaya dan jaminan kesehatan dari pemerintah. “Hari Senin, (6/6/2016) kemarin sekitar pukul 18.00 wita, saya membawa anak saya ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan. Namun kami mendapatkan rujukan ke RSUD Sinjai. Namun kami ditolak karena tak punya uang dan kartu BPJS,” jelasnya, Rabu (6/8/2016).
Ketika sampai di RSUD Sinjai, jelas Rahmatiah, anaknya tak langsung mendapatkan perawatan. “Seharusnya pihak rumah sakit harus langsung mendapatkan perawatan. Sebelum masuk, kami ditanya mau berobat pakai apa, umum atau BPJS,” ujarnya.
Karena tak memiliki keduanya, ungkap Rahmatiah, dirinya terpaksa membawa anaknya pulang untuk dirawat di rumah. “Saya hanya punya Jamkesmas,” ujarnya singkat.
Sapri anak kedua dari tujuh bersaudara dengan pasangang Tahan dan Rahmatiah. “Untuk berobat di RSUD Sinjai, kami diminta menyiapkan Rp 6 juta untuk operasi. Sedangkan kami tidak punya uang sebanyak itu. Makanya kami memulangkan saja kerumah,” paparnya.
Secara terpisah, Cas Manager RSUD Sinjai, Rustan mengatakan, Sapri tidak termasuk pasien BPJS, mereka hanya dalam Jamkesmas. Sehingga, pihaknya tak bisa menerimanya.
“Kami sudah cek datanya, pasien ini termasuk dalam layanan Jamkesmas. Layanan tersebut tak lagi berlaku. Sesuai prosedur tidak ada pasien yang boleh pulang tanpa menyimpan KTP, SIM, BPKB, atau sejumlah uang sebagai jaminan,” terangnya.(ilhe).
Baca Juga
Begini Buruknya Pelayanan dan Kebohongan Staf PDAM Sinjai
Srikandi Sinjai ini Nahkodai KM Biologi STKIP Bone
STISIP Muhammadiyah Sinjai Terima 459 Mahasiswa Baru
Comment