
MAKALE, BERITA-SULSEL.COM — Minimnya infrastruktur di sejumlah obyek wisata di Kabupaten Tana Toraja mengundang reaksi masyarakat. Akses jalan yang buruk dan konsep layanan pariwisata yang tidak memadai menjadi keluhan di sejumlah kalangan.
Anggota DPRD Tana Toraja dari Partai Demokrat, Aser Pakabu, di Makale, Selasa (27/10/2015), mengatakan, jika Toraja mau maju, seharusnya pemerintah dalam hal ini bupati harus menata konsep pariwisata menjadi lebih baik.
“Menambah destinasi pariwisata yang baru itu bagus, tetapi obyek-obyek yang lama juga jangan dilupakan karena obyek wisata inilah yang menjadi sasaran kedatangan wisatawan. Mulai dari infrastrukturnya hingga layanan di obyek wisata itu harus baik, terutama juga soal fasilitas yang ada di sana,” katanya.
Hal sama diungkapkan anggota DPRD lainnya, Kristian HP Lambe. Menurutnya, beberapa tahun terakhir, termasuk di masa pemerintahan Bupati Theofilus Allorerung, obyek-obyek pariwisata ini seharusnya diperhatikan supaya wisatawan menjadi nyaman.
“Tapi kenyataannya kan tidak demikian. Buat apa terus menambah destinasi wisata baru kalaiu yang lama tidak diurus. Apalagi, jika destinasi wisata baru itu bermasalah, apa yang mau diandalkan? Kalau konsep pariwisata seperti ini apanya yang luar biasa dari pemerintahan sebelumnya,” tandasnya.
Baca Juga :
Jalan Desa di Toraja Rusak Parah
Bupati Tana Toraja Mana? Jalan di Kecamatan Mappak Rusak Parah
Kristian mencontohkan dua destinasi wisata baru di Toraja yang selalu diklaim berhasil. Misalnya Wisata Alam Pango-pango yang bermasalah karena dibangun di lokasi hutan lindung. Lalu, pembangunan patung kristus yang lahannya belum dibebaskan.
“Kalau sekadar mengandalkan proyek karena dananya ada, wah siapa pun bupati bisa membangun itu. Yang harus dilakukan sekarang adalah bagaimana konsep wisata ini benar-benar nyaman bagi pengunjung dan pemasukannya juga bagus untuk kas daerah,” jelasnya. (*)
Comment