
SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM – Petani di Kabupaten Soppeng kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Guna mendapatkan hasil panen yang maksimal, beberapa petani terpaksa memilih membeli pupuk non subsidi dengan mengeluarkan biaya besar.
Kepala Dinas Holtikultura Kabupaten Sopeng, A Fajar mengatakan, kelangkaan pupuk di Kabupaten Soppeng bukan jumlah kuota yang kurang, tetapi penebusan pupuk setiap kelompok tani dibatasi sesuai anjuran teknis serta priode pertumbuhan tanaman.
Baca juga : Musrenbang Kecamatan Marioriwawo Soppeng Fokus Infrastruktur
“Pupuk sebenarnya tidak langka, hanya penebusan setiap kelompok tani dibatasi,” jelas saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Kamis (16/2/2017).
Baca Juga : Perempuan dan Anak di Soppeng Layak Mendapat Perlindungan
Fajar menyebutkan, jatah pupuk setiap kelompok tani tak sama. Hal ini disesuaikan dengan luas lahan serta komuditi yang ditanam.
Baca Juga : 1 Tahun Akar – Super di Soppeng, Nurhidayati : Masih Ada Perlu Dibenahi
Menurutnya, pupuk disubsidi pemerintah diantaranya urea dengan harga Rp.90.000 per zak, ZA Rp,70.000, NPK Ponska Rp.115.000, SP.36 Rp. 100,000, sementara Petrogenik Rp 20.000.
“Harga tersebut berlaku di gudang pengecer secara tunai,” ujarnya.(Henrik)
Comment