
BONE, BERITA-SULSEL.COM – Sawah tadah hujan di Kabupaten Bone mulai digarap. Hal ini sejalan dengan curah hujan yang mulai tinggi. Para petani berharap bisa mengairi sawah mereka.
Sawah tadah hujan ini tidak mengandalkan irigasi, hanya air hujan yang tertampung di area tanam. Seperti di Dusun Bakunge, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, para petani baru mulai menggarap sawahnya.
“Sebagian petani di sini menggandalkan air hujan untuk menggarap sawahnya. Meski ada irigasi di sini tapi tidak selalu bisa berharap, karena musim kemarau lalu,” ujar petani setempat, Nasir, kepada BERITA-SULSEL.COM, Minggu (31/1/2016).
Lanjut, Nasir, akibat pengaruh musim kemarau sejak beberapa waktu lalu, beberapa sawah yang mengandalkan irigasi tidak bisa digarap. Sebab, irigasi petani mengering. “Pasokan airnya (irigasi) berkurang bahkan nyaris kering. Dengan turun hujan dan memasuki musim tanam semoga saja tahun ini hasil panennya bisa melimpah,” kata dia.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holticultura Bone, H.Sunardi Nurdin mengatakan, musim kemarau yang melanda Kabupaten Bone tahun lalu membuat sejumlah petani gagal panen.
Meski demikian, Lanjut Sunardi ada juga petani yang berhasil panennya dan melakukan panen raya. “Di musim kemarau kemarin kita menghimbau masyarakat agar sawah yang kekeringan ditanami tanaman palawija lainnya agar sawah tetap produktif dan penghasilan petani bertambah,” kata mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bone. (Yus)
Baca Juga
Pemda Bone Cetak 40 Hektar Sawah Baru
Polres Bone Cegah Paham Radikal
Comment