Pertemuan pertama dokter koboi dengan Kanda Brigjen Pol. Dr. dr. Farid Armansyah, Sp.PD, FINASIM terjadi saat beliau menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Bhayangkara.
Kesan pertama yang melekat begitu kuat hingga hari ini adalah sosoknya yang ramah, sederhana, dan sangat bersahaja.
Tidak ada jarak, tidak ada aura kekuasaan. Bahkan, jika tidak mengenakan seragam dinas, orang mungkin tak akan menyangka bahwa beliau adalah seorang dokter polisi.
Keakraban kami mulai tumbuh lebih dekat ketika badai Covid-19 melanda pada tahun 2019. Saat itu saya banyak berinteraksi dengan beliau sebagai Humas IDI Makassar.
Di tengah situasi penuh kepanikan dan ketidakpastian, Kanda Farid justru hadir sebagai pribadi yang menenangkan. Beliau bukan hanya dokter yang cerdas, tetapi juga manusia yang tahu bagaimana menghargai sesama dengan hati.
Komunikasi kami tidak pernah benar-benar terputus, meski beliau kemudian berkarier di Jakarta dan menapaki perjalanan besar hingga pecah bintang. Sebuah kebanggaan bagi masyarakat Makassar, karena Kanda Farid menjadi dokter pertama dari Makassar yang menyandang pangkat Brigadir Jenderal di Korps Kepolisian Republik Indonesia.
Jabatan beliau sebagai Direktur Pascarehabilitasi Deputi Bidang Rehabilitasi BNN setelah itu di amanahkan sebagai Sekretaris Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Sespusdokkes) Polri adalah bukti bahwa kerja keras, ketulusan, dan dedikasi akan menemukan jalannya sendiri menuju kehormatan.
Namun bagi dokter koboi, kemuliaan Almarhum bukanlah pada pangkat atau jabatannya. Yang paling membekas adalah kerendahan hatinya. Meski kami berbeda almamater, takdir selalu mempertemukan kami dalam silaturahmi yang hangat. Dari kak jenderal , belajar banyak hal bukan hanya ilmu kedokteran, tetapi juga tentang kepemimpinan, ketulusan, dan cara memperlakukan manusia dengan hormat tanpa memandang posisi.
Pertemuan terakhir kami terjadi di Kantor BPOM pada 8 April 2026. Saat itu beliau datang membawa undangan pernikahan ananda tercintanya untuk kak Prof. Dr. Taruna Ikrar, Kepala BPOM RI. Seperti biasa, suasana penuh canda dan kehangatan.
“Kak jenderal kenapa kelihatan lelah ki?” tanya saya.
Beliau tersenyum ringan.
“Persiapan nikahan anak, dinda…”
Saya lalu berkata sambil bercanda, “Saya siapkan kopi terenak se-Asia Tenggara.”
Setelah menyeruput kopi itu, beliau tertawa kecil lalu berkata, “Betul dinda… ini memang kopi terenak se-Asia Tenggara.”
Kami tertawa lepas sore itu. Tidak ada firasat apa pun. Tidak ada yang menyangka bahwa itulah pertemuan fisik terakhir kami.
Percakapan terakhir kami terjadi Kamis 7 Mei 2026. Saat itu beliau menghubungi hanya sekedar memberi kabar sekaligus canda penuh tawa
“Bagaimana dinda, di mana ini?” tanya beliau.
Saya menjawab, “Maaf kak jenderal, ini siap balik dari kantor mau ke Makassar besok, mau selesaikan dulu kuliah S3 di Kedokteran Unhas, nanti hadirki nah kak kalau ada waktu ta.”
Beliau lalu berkata dengan suara hangat yang selalu menenangkan:
“Siaaap… Insya Allah dinda. Kalau Allah berkehendak, semua dimudahkan. Dinda orang baik, pasti banyak yang doakan ki.” Saya hanya bisa tersenyum haru mendengarnya dari balik telepon.
“Kak jenderal ini memang suka menggolla (memuji)… tapi saya sangat suka dan tersanjung didoakan senior berhati baik seperti ta. Itu berkah besar buat saya…” sambil ketawa dibalik telpon masing masing.
Dan ternyata… itulah percakapan terakhir kami 😭😭
Pagi hari ini , saat membuka WhatsApp, membaca pesan dari Kak Prof. Taruna Ikrar Kepala BPOM RI .
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un…”
Di bawahnya ada foto Kanda Brigjen Farid Armansyah…Saya terpaku. Tidak percaya diam terpana. Mata ini berkali-kali usap, berharap pesan yang terbaca itu salah. Rasanya mustahil, karena baru kemarin kami masih bercanda dan tertawa bersama. Namun Allah lebih mencintainya.
Senior yang rendah hati, low profile, suka menolong, dan selalu membuat orang lain merasa dihargai itu kini telah dipanggil pulang ke istana keabadian-Nya.
Kanda Brigjen Pol. Dr. dr. Farid Armansyah, Sp.PD, FINASIM wafat pada Sabtu, 8 Mei 2026 pukul 02.30 WIB di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Terima kasih atas semua kebaikan ta, Kak Jenderal, atas ilmu kehidupan, keteladanan, dan doa-doa baik ta untuk kami yang masih berjalan di dunia yang sementara ini.
Al-Fatihah mengiringi tidur panjang ta.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah ta, melapangkan kubur ta, dan menempatkan ta di tempat terbaik di sisi-Nya.
Selamat duluan ke alam ke abadian, Kak Jenderal.Orang baik seperti ta tidak pernah benar-benar pergi, akan selalu ada di hati .
Berduka Mendalam
Dokter Koboi
Makassar , sabtu 9 mei 2026
Pukul 22.00 Wita
Comment