Ini Konsep Rivai Ras Membangun Sulsel dari Desa

Ini Konsep Rivai Ras Membangun Sulsel dari Desa
Ini Konsep Rivai Ras Membangun Sulsel dari Desa

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Bakal Calon Gubernur Sulsel Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, MM, MS, MSi, (ARR) berkomitmen melakukan pemberdayaan masyarakat dari pinggiran. Bro Rivai yang kini disapa oleh banyak masyarakat Sulsel kembali menegeskan pentingnya pembangunan di mulai dari pinggiran atau menempatkan desa-desa sebagai garda terdepan dalam mensejahterakan masyarakat.

Sekembalinya dari Kanada kemarin tanggal 22 Mei 2016, Bro Rivai menyampaikan bahwa kita butuh terobosan untuk menggali potensi desa yang patut diunggulkan dan sekaligus dapat menjadi nilai tambah di daerah.

Saya kira tidak perlu semua dikerjakan yang penting fokus dalam mendorong ekonomi. Dalam perjalanan saya dari Vancouver ke Hongkong kemudian ke Indonesia, saya berpikir banyak hal dan mendapat inspirasi bagaimana membangun kampung halaman saya, pintah Bro Rivai yang juga arsitek dan akademisi militer itu.

Secara faktual pemerintah juga sudah mengucurkan dana desa sebesar 46,9 trilliun pada tahun 2016 yang perlu difasilitasi pengelolaanya akar tidak terjadi kebocoran. Untuk Sulsel saja mencapai 1, 24 trilliun yang perlu diawasi. Berangkat pada pemikiran Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa sesungguhnya memerlukan implementasi konkrit untuk mendorong peningkatan kualitas hidup warga yang ada di desa.

Karena itu, pendekatan pembangunan yang dipilih undang-undang ini adalah membangun desa dan desa membangun, yaitu memberikan sudut pandang kepada kita adalah kewajiban pemerintah dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, misalnya membangun infrastrukstur ekonomi, sekolah, puskesmas, jalan, listrik dan sarana penunjang lainnya.

Sedangkan pendekatan desa membangun sebagai penekanan dari bagaimana mendorong masyarakat desa berikhtiar dalam memajukan dirinya. Menurut Rivai arah pembangunan daerah di Indonesia khususnya di Sulsel ke depan harus dimulai dari desa atau dari pinggiran.

Hal ini dimaksud agar menjadi daya tarik bagi upaya pembangunan ekonomi masyarakat desa, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan rakyat desa. Pada akhirnya, masyarakat tidak lagi keluar dari desanya untuk berbondong-bondong menuju kota karena desa sudah lebih menarik baginya dibandingkan kota.

Sebagai ilustrasi berdasarkan data statistik Sulsel 2014, tercatat 3.030 wilayah administrasi setingkat desa yang terdiri dari 2.240desa, 783 kelurahan dan 7 UPT. Podes juga mencatat sebanyak 306 kecamatan dan 24 kabupaten/kota.

Dari 3030 desa/kelurahan di Sulawesi selatan terdapat 531 desa/kelurahan (17,52 persen) yang berbatasan dengan tepi laut yang harus diberdayakan dalam konteks pendekatan ekonomi maritim sesuai dengan visi saya dan yang berbatasan dengan bukan tepi laut sebanyak 2499
desa/kelurahan (82,48 persen) yang secara penderkatan ekonomi pertanian tetap perlu dioptimalkan Sementara menurut keberadaaan infrastruktur sebanyak 3.33 persen atau 101 desa/kelurahan yang belum mempunyai SD/M dan semua kecamatan telah mempunyai SMP/MTs dan sebanyak 92,16 persen atau 282 kecamatan terdapat SMU/SMK/MA. Semua kecamatansudah tersedia Puskesmas/Puskesmas Pembantu (Pustu) dan sebanyak 2108 desa/kelurahan yang tidak mempunyai pasar, baik pasar dengan bangunan
maupun tanpa bangunan.

Sebanyak 2 desa/kelurahan (0,07 persen) tidak ada keluarga pengguna listrikPLN.Sebanyak 865 desa/kelurahan (28,55 persen) belum mempunyai penerangan di jalan utama.Sebanyak 2983 desa/kelurahan menggunakan sarana transportasi darat, dimana 297 desa/kelurahan (9,96 persen) di antaranyamemiliki kondisi jalanyang tidak dapat dilalui kendaraan bermotor roda 4 atau lebih sepanjang tahun. (*)

Baca Juga

Rivai Ras Ingin Miras Diberantas di Indonesia

Ini Catatan Rivai Ras Soal Hari Kebangkitan Nasional

Konjen RI di Kanada Janji Bantu Rivai Ras Datangkan Investor ke Sulsel


Comment