Masyarakat Malaysia Meriahkan Pekan Gawai Dayak Kalbar

Laporan Rudi Hartanto
Dari Kalimantan Barat

Masyarakat Malaysia Meriahkan Pekan Gawai Dayak Kalbar
Masyarakat Malaysia Meriahkan Pekan Gawai Dayak Kalbar

BERITA-SULSEL.COM – Pekan Gawai Dayak 2016 yang dipusatkan di Rumah Radakng Pontianak 20 – 27 Mei 2016 diikuti seluruh elemen masyarakat dari berbagai Kabupaten di Kalimantan Barat, selain itu juga diikuti oleh negara jiran Sarawak, Malaysia.

“Saat kami meninjau kegiatan di Rumah Radakng antusias masyarakat sangat tinggi dengan berbagai suku dan agama dalam rangka memeriahkan acara tahunan ini,” jelas Ketua Dewan Adat Dayak Sambas, Aguswandi, Selasa (24/5/2016).

Aguswandi menjelaskan, sekilas tentang Gawai Dayak merupakan satu-satunya peristiwa budaya Dayak yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun oleh suku Dayak yang kali ini sudah memasuki tahun ke 31, maksud dan tujuan dari perayaan gawai dayak adalah sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta (Tuhan) atas panen yang melimpah ruah, sekaligus memohon agar panen berikutnya diberi kelimpahan.

Upacara yang harus dilakukan dalam Gawai Dayak menjadi semacam rangkaian prosesi baku yang harus dilewati. Sebelum Gawai naik dango ada istilah “berape” artinya persiapan buka ladang, kemudian dilanjutkan dengan “mamhi” artinya bercocok tanam padi, setelah itu “naik dango” artinya panen, naikkan padi diatas pondok atau lumbung padi oleh ketua adat.

“Sebagian hasil panen disimpan di dango yang disebut “kalangko” dan ketua adat serta masyarakat berkumpul,” tukas Sarjana Ekonomi Widya Dharma ini.

Kata dia, beragam makanan tradisional dan sejumlah sesaji pun tak lupa disiapkan sebagai salah satu unsur penting upacara, minuman tradisional yang terbuat dari bahan alami antara lain yaitu tuak dan arak yang terbuat dari ketan hasil panen selain mengucap syukur kepada tuhan atas hasil perladangan.

“Gawai Dayak juga bertujuan untuk mengumpulkan saudara saudara mereka yang sibuk dengan perkerjaan sendiri selama satu siklus perladangan untuk saling meneguhkan,memaafkan dan saling membagi pengalaman hidup,” lanjut suami Bita Lorenzia Agatha ini.

gawak dayak-1Sementara itu, Ketua Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat, Drs Timotius Ketak menjelaskan, perkembangannya di dunia modern saat ini, Pekan Gawai Dayak menjadi ajang pertemuan para tokoh-tokoh dan masyarakat dari di beberapa daerah di Kalimantan Barat.

“Mereka berkumpul di suatu tempat yang diakomodir Pemerintah Daerah sehingga acara ini menjadi tumpuan wisata daerah yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat, wisatawan lokal dari berbagai daerah dan wisatawan manca negara,” jelasnya.

Anggota Dewan Prov Kalbar ini mengatakan, Pekan Gawai Dayak modern ini juga dimeriahkan dengan Pameran Budaya Adat Dayak yang mempertemukan unsur budaya dari berbagai daerah suku dayak di Kalbar, seperti proses pembuatan kain tenun dari Sintang terbuat dari pohon mengkudu, kerajinan dari rotan, kerajinan dari kayu yang bisa membuat berbagai bentuk wadah kebutuhan sehari-hari, kerajinan pernak-pernik hingga aksesoris etnik Dayak.

“Semua itu menambah kemeriahan acara Pekan Gawai Dayak yang bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat dan pecinta seni accesoris Dayak,”paparnya.

Selain itu, jelas Timotius, berbagai elemen ikut berpartisipasi seperti kerajinan dari negeri jiran Sarawak Malaysia yang merupakan bagian dari Borneo. “Tak hanya itum disini juga ada persatuan komunitas peduli orang utan di Ketapang yang memberikan edukasi visual dan mengadakan lomba menggambar orang utan yang menunjukan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan permainan rakyat “menyumpit” yang merupakan permainan khas orang dayak,” ujarnya. (*)

Baca Juga

DX Museum & Library Yogyakarta Akan diresmikan


Comment