MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Walaupun Kota Makassar telah menjadi kota metropolitan, namun di berbagai wilayah masih terdapat masyarakat yang profesi sebagai petani. Dimana terdapat sawah yang luasnya kurang lebih 2.636 Hektar di pinggir kota.
Sawah ini terdapat di Kecamata Manggala, Biringkanayya, Tamalanrea, Tamalate, Panakukkang, Rappocini, dan Tallo. Pesatnya pembangunan di Kota Makasssar memberikan ancaman tersendiri bagi keberadaan sawah maupun nasib para petani.
Hal ini disampaikan Ketua Yayasan Bhakti Bumi Persada yang membina STIE Wira Bhakti Makassar, Andi Mustaman, Minggu (25/9/2016). Kata dia, petani yang terancam ini harusnya mendapat perhatian lebih karena perannya sangat penting dalam penyediaan pangan bagi masyarakat.
“Walaupun memang jumlahnya semakin sedikit, namun tidak boleh disepelekan. Sebab, petani ini punya peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kota Makassar,” ujar Andi Mustaman dalam menyampaikan harapannya dalam rangka memperingati Hari Tani.
Menurutnya, Kota Makassar harusnya menjadi pencontohan sebagai Kota Metropolitan yang menjaga keberadaan sawa-sawahnya. Sehingga pemerintah diharapkan menyusun tata ruang kota dengan tetap memperhatikan keberadaan lahan pertanian.
“Untuk bidang pertanian Kota Makassar punya potensi, sebab wilayahnya dilalui oleh dua sungai besar yakni Tallo dan Jeneberang yang bisa menjadi sumber air. Apalagi dari aspirasi beberapa masyarakat kepada kami bahwa tanah di sejumlah wilayah terbilang subur,” jelasn mantan legislator DPRD Sulsel ini.
Lebih jauh Andi Mustaman menyampaikan, keberadaan sawah juga dapat menambah daerah resapan air di Kota Makassar yang semakin hari berkurang.
Comment