Pakar Sosiologi Politik : Maju di Pilkada, Akademisi Paham Teori Pengembangan Masyarakat

Muhammad Yahya Mustafa Raih Doktor Sosiologi Politik di UNM
Muhammad Yahya Mustafa Raih Doktor Sosiologi Politik di UNM

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Pakar sosiologi politik Dr. Muhammad Yahya Mustafa mengatakan, dari banyak figur yang ingin bertarung di pemilihan kepala daerah (Pilkada), akademisi tetap menjadi perhatian. Bahkan banyak menjadi fokus di masyarakat.

“Akademisi yang bergelut dalam dunia politik dan maju di pemilihan kepala daerah memiliki keistimewaan khusus. Selain paham teori pembangunan, juga paham akan pengembangan masyarakat,” jelasnya kepada wartawan di Makassar, Rabu (05/10/2016).

Kata dia, Pilkada adalah salah satu ranah untuk merebut hati masyarakat, dan pertarungan kekuasaan. Akademisi yang bertarung di Pilkada punya kelebihan yaitu mampu merebut hati masyarakat.

“Kelebihan akademisi yakni mengerti teori pembangunan, teori pemberdayaan masyarakat, dan berbagai teori lainya. Sehingga, akan lebih dipercaya oleh masyarakat,” jelas Yahya yang juga dosen Kopertis yang ditempatkan di Yayasan Sawerigading Makassar.

Namun, jelas Yahya, jika dikaitkan dengan kondisi perpolitikan di Indonesia saat ini, mereka yang punya hak bertarung di Pilkada adalah yang didukung oleh partai. “Yang jadi masalah apakah akademisi didukung oleh partai atau tidak,”paparnya.

Hal lain yang patut dipertimbangkan, menurut Yahya, akademisi yang bertarung di Pilkada dan berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus menanggalkan status tersebut.

Yahya menambahkan, jika akademisi yang bertarung di Pilkada memiliki akses kuat ke partai dan punya kekuatan diakar rumput, maka peluang untuk menang sangat besar.

Ia juga agar menyarankan jika ingin bertarung di Pilkada, akademisi harus punya konsep yang jelas mampu membangun relasi dengan masyarakat sebagai pemilih. (ram)


Comment