
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Dikabarkan orang tua tepatnya ayahanda dari Kepala Perizinan Terpadu dan Penanaman Moda (BPTPM) Makassar, Taufiek Rachman yakni H Abdurrahman K yang sedang mendapatkan perawatan medis di RS Akademis Jalan Gunung Bulusaraung akibat penyakit stroke yang dideritanya.
Diusianya yang sudah menginjak 82 tahun ini, dikabarkan juga telah berpindah-pindah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis demi kesembuhan bapak dari Kaban BPTPM Makassar ini.
Mendengar kabar ini, Taufiek Rachman memohon doa kepada seluruh teman, saudara dan rekan-rekan seprofesinya di lingkup Pemkot Makassar.
Bahkan, Taufiek juga meminta maaf jika selama ini jarang berada di ruang kerjanya yakni Kantor BPTPM Makassar Jalan Urip Sumihardjo oleh karena menjaga ayahanda tercintanya di rumah sakit.
Melalui via WhatsApp miliknya, mantan Kadisperindag Makassar ini mengucapkan, permohonan maafnya jika selama ini sulit untuk ditemui ditempat ia bekerja saat ini.
“Terima kasih beritanya yang terus kasih saya masukan untuk lebih baik, maaf saya jarang hadir ortu sudah 3 minggu di icu maafkan ka, serta Doakan saja (ayahandanya),” ucap Taufiek. Rabu, (09/11/2016)
Lebih lanjutnya, Taufiek mengaku ketika konfirmasi berita-sulsel.com terkait penyakit yang diderita ayahandanya. Taufiek menduga, penyakit yang diderita ayahnya tersebut adalah cerebrovascular accident (CVA).
“Kemungkinan stroke,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, stroke adalah suatu kejadian rusaknya sebagian dari otak. Terjadi jika pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke otak tersumbat, atau jika robek atau bocor.
Stroke, atau cerebrovascular accident(CVA), adalah hilangnya fungsi-fungsi otak dengan cepat, karena gangguan suplai darah ke otak. Hal ini dapat terjadi karena iskemia (berkurangnya aliran darah) dikarenakan oleh penyumbatan (thrombosis, arterial embolism), atau adanya haemorrhage(pendarahan).
Stroke Iskemik biasanya disebabkan diabetes menjadi mayoritas pada penderita stroke dan bisa mencapai 85 persen, sedangkan stroke pendarahan hanya 15 persen, tetapi stroke pendarahan dapat menyebabkan kematian pada 40 persen pasiennya. Yang perlu diperhatikan juga adalah stroke iskemik ringan yang gejalanya mirip stroke, tetapi akan hilang dengan sendirinya dalam 24 jam (transient ischemic attacks (TIA)).
Hal ini terjadi karena penyumbatan pembuluh darah hanya terjadi sementara. Tetapi bagaimanapun, jika hal ini terjadi, maka kemungkinan terjadinya stroke berikutnya yang lebih berat dapat terjadi. Di Indonesia, stroke terjadi pada 12 dari 1.000 orang dan satu dari 7 pasien yang mengalami stroke akan meninggal.
Karenanya, daerah yang terkena stroke tidak dapat berfungsi seperti seharusnya. Gejala-gejalanya termasuk : hemiplegia (ketidakmampuan untuk menggerakkan satu atau lebih anggota badan dari salah satu sisi badan ,aphasia (ketidakmampuan untuk mengerti atau berbicara), atau tidak mampu untuk melihat salah satu sisi dari luas pandang (visual field).
Stroke memerlukan tindakan darurat medis (medical emergency) pada masa emasnya (golden period) yang maksimum hanya berlangsung beberapa jam saja setelah terjadinya stroke. Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya kerusakan tetap atau kerusakan yang lebih parah. Dan jika tidak ditangani, bahkan bisa mengakibatkan kematian. Stroke adalah penyebab ketiga terbesar kematian dan yang yang pertama dalam menyebabkan kecacatan pada dewasa di Amerika Serikat dan Eropa.
Faktor-faktor yang meningkatkan risiko terjadinya stroke adalah: usia, tekanan darah tinggi, stroke sebelumnya,diabetes, kolesterol tinggi, merokok,atrial fibrillation, migraine dengan aura, dan thrombophilia (cenderung thrombosis). Dari semua faktor-faktor tersebut yang paling mudah dikendalikan adalah tekanan darah tinggi dan merokok. 80 persen stroke dapat dihindari dengan pengelolaan faktor-faktor risiko.(Danduru)
Comment