Harapan Andi Mustaman di Hari Anak Sedunia

14639698_210127206100998_9094616774984713078_nMAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Anak adalah aset penting untuk kemajuan bangsa yang bergembira, bermain dan juga ceria. Untuk itu sangat diperlukan perlindungan dan menghormati hak-hak anak yang ada di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Demikian harapan Ketua Yayasan Bhakti Bumi Persada yang memibina STIE Wira Bhakti Makassar, Andi Mustaman dalam rangka memperingati Hari Anak Sedunia yang diperingati setiap tanggal 20 November sejak tahun 1954 oleh organisasi Anak yang disebut UNICEF.

Kata dia, Hari Anak ini sangat penting dijadikan sebagai momentum untuk menghargai hak hak kepada anak, mengingat banyak sekali kasus-kasus kekerasan dan pelecehan yang selama ini.

“Kasus-kasus mengerikan ini terus meningkat dalam setip tahunnya, dan menjadi momok yang menakutkan bagi adik-adik serta anak kita,” jelas mantan legislator DPRD Sulsel ini.

Menurutnya, kekerasan berdampak pada penumpulan dan pelemahan kualitas anak Indonesia sebagai performa sumberdaya manusia masa depan. “Kondisi ini jika dibiarkan, akan melemahkan bangsa dan negara,” katanya

Kata dia, anak merupakan aset penting bagi sebuah bangsa, sehingga pendidikan dan pengasuhan yang diberikan harus mampu meningkatkan kualitas anak dimasa mendatang.

“Pendidikan harus dinomorsatukan, akan tetapi pola pendidikan yang diberikan harus mengarah pada potensi yang kita punyai. Artinya, bagaimana membangun nilai-nilai kerja keras, optimisme pada anak, bagaimana membangun karakter yang siap tahan banting serta berani bersaing,” jelasnya.

Andi Mustman menambahkan peringatan Hari Anak harus dimaknai sebagai kepedulian terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal, sehingga menjadi generasi penerus yang berkualitas, tangguh, kreratif, jujur, sehat, cerdas, berprestasi berakhlak mulia.

Untuk itu Aman berharap proses pendidikan berlangsung dengan nyaman, menyenangkan dan membelajarkan untuk semua anak. Adanya anak yang lemah dan cerdas secara akademik, bukan berarti dimaknai sebagai takdir. Namun karena proses pendidikan yang belum membelajarkan semua anak sesuai dengan karakteristik dan gaya belajar masing-masing.

“Mari mengembangkan model-model pendisiplinan positif dalam pendidikan dalam menumbuhkan kesadaran untuk disiplin. Anak adalah peniru yang handal maka berikanlah mereka sesuatu yang hebat untuk ditiru,” tutup Andi Mustaman.


Comment