
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Program Badan Usaha Lorong (BULO) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, adalah sebuah program gagasan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto yang nantinya hasil produktivitas sebuah lorong dari kebun dan lainnya akan bernilai ekonomi bagi pengelola BULO itu sendiri.
Untuk itu, dari program BULO juga akan direncanakan bagaimana membuat sebuah lorong yang Smart (pintar) dalam artian berasal dari masyarakat yang kreatif, mempuni serta telaten dalam mengelola lorong disekitarnya.
Sehubungan dengan lorong Smart, pihak Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Makassar rencananya akan berperan dalam membuat sebuah langkah teknologi untuk memasarkan seluruh produk hasil dari BULO kedepan.
Olehnya itu, Kadiskominfo Makassar, Ismail Hajiali menuturkan, jika lorong Smart tersebut terlebih dahulu memikirkan aspek-aspek yang mesti dipersiapkan nantinya. Menurut Ismail, sekitar 20 Kelompok Wanita Tani (WKT) akan diuji coba pada tahap awal kepada 500 lorong yang menjadi percontohan sementara dari program BULO tersebut.
“Program BULO di Diskominfo bukan bersifat memberikan fasilitas semacam menyediakan alat untuk mengakses internet, tetapi kami berencana menyiapkan sebuah aplikasi online dalam memasarkan produk hasil BULO di masyarakat,” aku Ismail di Kantornya Jalan A.P Pettarani, Rabu, (07/11/2016).
Dikesempatan yang berbeda, Kabid Promosi Disparekraf Makassar, Muhammad Roem mengungkapkan, pihaknya juga telah mempersiapkan potensi wisata jika program BULO sudah dirampung oleh SKPD lainnya. Sebab kata Roem, bidang promosi akan mempromosikan potensi wisata lorong jika objek destinasi wisata sudah tersedia.
“Kalan promosi selesai pi semuanya baru bisa dipromosikan, saya sulit menjawab kalau destinasinya belum ada,” tuturnya.
Berdasarkan informasi, program BULO bakal menjadi salah satu objek wisata terbaru di Kota Makassar bahkan di Indonesia. Karena sebuah lorong di setiap Kabupaten Kota wajib menyiapkan potensi wisata yang menarik perhatian wisatawan lokal ataupun luar negeri.(Dan)
Comment