
BONE, BERITA-SULSEL.COM – Bertepatan dengan Hari Anti Korupsi, 9 Desember, Forum Komunikasi (FK) LSM Bone mendatangi Mapolres Bone, Jumat (9/12/16), untuk menyampaikan beberapa tuntutan terkait banyaknya kasus yang hingga kini belum terselesaikan.
Ketua FK LSM Bone, Suardi Mandang, yang datang bersama anggota LSM lainnya serta kelompok disabilitas Bone, mengatakan tujuan kedatangannya terkait kasus disabilitas yang jadi korban pelecehan serta kasus korupsi mengingat hari ini adalah Hari Anti Korupsi.
Baca Juga : Kajari Bone Ajak Masyarakat Keroyok Korupsi
“Pertama, kami mau pertanyakan kasus pelecehan warga disabilitas di Cina yang sudah setahun ditangan kepolisian, katanya sudah dilimpah ke Kejaksaan tapi dikembalikan karena ada saksi tambahan yang harus diperiksa” beber Suardi.
Selain itu, FK LSM bersama kelompok disabilitas juga meminta pengawasan dari pihak kepolisian terkait adanya dana bantuan untuk disabilitas. Baca Juga : Notaris Ternama di Bone Tersandung Kasus Penipuan
“Kami juga minta agar ditelusuri siapa yang menerima dari dinas sosial karena setiap tahun itu ada dana sekitar 60 juta lebih, namun tidak jelas diberikan kepada siapa” tambah Suardi. Baca Juga : Putra Mantan Bupati Bone Kembalikan Uang Hasil Korupsi
Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Hardjoko, yang menerima kedatangan FK LSM dan kelompok disabilitas tersebut dengan tegas mengatakan kalau semua kasus korupsi termasuk kasus pelecehan kepada salah satu anggota disabilitas akan segera dituntaskan dalam waktu dekat.
“Semuanya masih terproses, termasuk kasus ijazah palsu, korupsi dinas PU juga kasus jual beli bibit, itu sudah diperiksa saksi ahli. Kalau yang terkait adanya bantuan dana untuk disabilitas, jika memang betul-betul ada dan tidak sampai, itu bagian saya untuk memproses” tegas Hardjoko. (Eka)
Comment