GOWA, BERITA-SULSEL.COM — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar terus bergerak aktif memastikan keamanan produk kesehatan di masyarakat. Terbaru, BBPOM di Makassar memperkuat sinergi lintas sektor guna memantapkan tata kelola Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon) di Kabupaten Gowa.
Langkah strategis tersebut terwujud lewat Diskusi Partisipatif Penggerakan Tata Kelola Alokon yang berlangsung di Puskesmas Bajeng, Kabupaten Gowa, Senin (21/9/2026).
Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Sulawesi Selatan, Dr. Fatmawati, S.T., M.Eng., membuka langsung kegiatan penting ini. Selain itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Gowa, Sofyan Daud, S.Sos., M.M., turut hadir mengawal jalannya acara.
Menjaga Efektivitas Alokon Sejak dari Gudang
Alokon memegang peranan krusial dalam membantu masyarakat mengatur jarak kelahiran dan merencanakan kehamilan. Oleh karena itu, BBPOM di Makassar menegaskan bahwa ketersediaan Alokon wajib memenuhi standar aman, bermutu, dan efektif.
Mewakili Kepala BBPOM di Makassar, Andi Ilham Pammusureng, S.Si., Apt., hadir membawakan materi utama mengenai pengawasan keamanan, mutu, serta tata kelola penyimpanan Alokon.
Dalam pemaparannya, Andi Ilham menekankan bahwa petugas fasilitas kesehatan wajib menerapkan standar penyimpanan secara ketat. Sebab, kesalahan teknis saat penyimpanan dapat merusak efektivitas obat sebelum sampai ke tangan masyarakat penerima manfaat.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa pengelolaan Alokon yang baik menuntut kedisiplinan menyeluruh. Setiap rantai kegiatan—mulai dari pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pencatatan, pengawasan, hingga pendistribusian—harus berjalan tertib dan akuntabel.
Merumuskan Solusi Lapangan Lewat Diskusi Interaktif
Memasuki sesi akhir, para penanggung jawab Gudang Alokon, pengelola Program KB, dan Penyuluh KB se-Kabupaten Gowa terlibat aktif dalam diskusi interaktif.
Para peserta memaparkan beragam tantangan teknis serta dinamika yang kerap muncul di lapangan. Melalui pertukaran informasi ini, para pemangku kepentingan berhasil merumuskan sejumlah rekomendasi strategis demi meningkatkan efisiensi dan jaminan mutu distribusi Alokon.
Ke depan, BBPOM di Makassar bersama Kemendukbangga/BKKBN Sulsel dan DPPKB Gowa berkomitmen menjaga koordinasi serta pembinaan berkelanjutan. Sinergi ini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan keluarga berencana yang berkualitas dan aman di Sulawesi Selatan.
Comment