Hari Ibu, Andi Mustaman Belanja di Pasar Tradisional

Hari Ibu, Andi Mustaman Belanja di Pasar Tradisional
Hari Ibu, Andi Mustaman Belanja di Pasar Tradisional

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Memperingati Hari Ibu, Ketua Yayasan Bhakti Bumi Persada yang membina Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wira Bhakti Makassar, Andi Mustaman menyempatkan berbelanja ke salah satu pasar Tradisional di Kota Makassar, Kamis, (22/12/2016).

Momentum Hari Ibu, kata Andi Mustaman, bisa diperingati dengan berbagai kegiatan sederhana. Salah satunya dengan mengambil alih tugas atau urusan istri, termasuk berbelanja kehidupan kehidupan sehari-hari di pasar tradional.

Walaupun, Aman sapaan akrab Andi Mustaman mengakui bukan kali ini saja ia turun langsung ke pasar tradional untuk berbelanja. Namun, di momentum hari ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember, mantan legislator DPRD Sulsel ini mengungkapkan adalah momen yang begitu spesial untuk membantu istri yang juga ibu dari anak-anaknya.

“Mengurus rumah bukan hanya tugas atau urusan istri, itu semua tak benar. Kesediaan suami membantu istri mengurus pekerjaan rumah merupakan kegiatan yang memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari. Disadari atau tidak, pekerjaan rumah tangga yang nampak sepele ternyata menguras tenaga yang sangat besar,” jelas Aman.

Kata dia, saat sang istri sedang sibuk dengan pekerjaannya sebagai abdi negara, dirinya tak sungkan-sungkan turun langsung ke dapur, termasuk belanja kebutuhan pokok di pasar.

Menurutnya, jika suami dan istri sama-sama bekerja dan sibuk dengan pekerjaan diluar tanpa saling membantu, hal itu akan menimbulkan masalah yang mungkin sangat serius. Sebab, tak sedikit suami menganggap bahwa rumah adalah urusan perempuan dan sudah seharusnya istri mengerjakan itu semua.

Selain berbelanja, Andi Mustaman juga turut berbincang dengan pedagang mengenai harga bahan pokok dan ketersediaannya jelang peringatan Hari Natal dan Tahun Baru.

“Pedagang masih mengeluhkan harga bahan pokok yang terus meroket. Mereka meminta pemerintah harus mencari solusi. Sehingga pembeli di pasar tradisonal tetap ramai,” jelas Aman.


Comment