Guru Harus jadi Contoh dan Tauladan Bagi Siswanya

Markarma

BERITA-SULSEL.COM – Menjadi seorang guru di sekolah menegah kejuruan (SMK) 1 Soppeng menjadi tantangan tersendiri bagi  Drs Markarma M.si. Selain harus menjadi contoh dan tauladan bagi siswanya. Dirinya juga harus terus mendorong meningkatkan kualitas dirinya dan sumber daya manusia disekitarnya.

Hal ini harus sejalan guna menciptakan pendidikan yang berkualitas serta bermutu bagi anak didiknya. Pria kelahiran Takalala 31 Desember 1958 silam ini menjelaskan, kualitas merupakan faktor yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Mutu merupakan ukuran kepandaian.

“Suatu yang bermutu itu bernilai baik atau mengandung makna positif. Sebagai mana prinsip menempatkan pegawai pada kualifikasi jabatan yang sesuai dengan kecakapan dan keahlianya,” ujar ayah tiga anak ini.

Suami dari Dra Safiah ini menuturkan, mutu pendidikan secara nasional mengacu pada standar yang telah ditetapkan berdaskan PP No 19 tahun 2005 tentang sistem pendidikan diseluruh wilayah. Dimana berfungsi sebagai dasar bagi perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan disetiap satuan guna mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.

“Dengan ditetapkannya standar itu, tentunya bertujuan meningkatkan mutu merupakan salah satu pilar pokok pendidikan, dengan adanya pendidikan berkualitas sudah pasti akan menghasilkan sumber daya manusia handal,” kata lelaki yang hobby bermain tenes dan menulis ini.

Alumnus IKIP Ujung Pandang itu mengatakan, membangunan sebuah sekolah kejuruan yang bermutu, tidak semuanya berjalan dengan mulus dan lancar, pasti banyak persoalan yang ditemukan. Namun, dengan sinerji dan kerja sama antara guru serta interaksi kepada anak didik dengan berkesinambungan akan menuaikan hasil yang baik.

Mantan guru SMEA Negeri Jeneponto ini mengatakan, kemandirian sebuah sekolah kejuruan sangat ditentukan interaksi dan kerja sama yang baik dari semua pihak, yakni kepala sekolah, guru, siswa, karyawan dan masyarakat, termasuk orang tua wali murid.

“Keberhasilan lembaga pendidikan dalam mencapai tujuannya ditentukan siswa, tenaga pengajar, administrasi, kurikulum, metode mengajar, sarana dan prasarana yang tersedia, hingga bagaimana mengelolah sebuah mutu bagi setiap institusi. Ini merupakan agenda utama guna meningkatkan kualitas,” ujar mantan Wakasek humas hubungan industri (Hubin) SMK 1 Soppeng tersebut.

Menurut pria yang pernah meraih penghargaan satya lancana karya satya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini, mutu tak akan tercipta jika manusia mengalami error sindrum. Karena itu, sudah menjadi tuntutan sumber daya manusia sangat penting untuk dikembangkan. Dimulai dengan pengembangan manusia, sumber daya manusia, hingga tahapanmManajemennya.

Sejalan dengan hal tersebut, kata Alumnus S2 Universitas Indonesia Timur ini, kedepan beberapa kebijakan yang digariskan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini mencakup pendataan, validasi data, mengembangkan model penyiapan dan penempatan pendidik, menyusun kebijakan dan mengembangkan sistem pengelolaan secara transparan dan akuntabel.

Markarma menjelaskan, meningkatkan kualitas staf dalam perencanaan dan evaluasi program melalui pelatihan, pendidikan lanjutan dan rotasi, hingga mengembangkan sistem layanan pendidik,.

“tak hanya itu, pendidikan layanan khusus melalui kerja sama dengan LPTK dan lembaga terkait lain juga harus dilakukan. Bahakan menyusun kebijakan dan mengembangkan sistem pengelolaan pendidik secara transparan dan akuntabel melalui pembentukan tim pengembang,” ujarnya. (*)

Biodata

Nama : Drs Markarma M.si
TTL : Takalala 31 Desember 1958
Istri : Dra hj safiah
Anak : Fitriani, Yuliana dan Ahmad rifial.
Agama: Islam
Hobby: Bola tenis, menulis.

Pendidikan

  • SD 133 Takalala tamat Tahun 1971
  • SMP 1 Takalala Tamat Tahun 1974
  • SMA N 200 Soppeng Tamat Tahun 1977
  • S1 Ikip ujung pandang Tahun 1984
  • S2 Universitas Indonesia Timur (UIT) Tahun 2010.

Karir

  • Guru Smea N jeneponto 1986 -1989
  • Guru SMK N 1 Soppeng 1989 – sekarang
  • Wakasek humas hubungan industri (hubin)
  • Wakasek kurikulum (pengajaran)
  • Wakasek kordinator (sdm)
  • Wakasek lingkungan hidup
  • Kepala perpustakaan
  • Dosen di cabang uvri soppeng
  • Dosen di pettabaringeng cabeng’e
  • Dosen /tutor universitas terbuka Kabupaten Soppeng.

Penghargaan

  • Satya lancana karya satya 10 tahun dari presiden RI Abdul rahman wahid
  • Satya lancana karya satya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
  • Piagam penghargaan dari lembaga pemilihan umum.

Organisasi

  • Ketua umum club olahraga dan seni bumi ayu Lajoa, Kecamatan Liliriaja
  • Ketua umum sanggar seni Ompo SMK 1 N Soppeng
  • Sekertaris umum karang taruna Desa Barae,Kecamatan Marioriwawo.
  • Koordinator Sispala SMK N 1 Soppeng.

Penulis : Henriono


Comment