Bupati Bantaeng jadi Moderator Diskusi antara Petani dan Komandan TNI AL

Bupati Bantaeng jadi Moderator Diskusi antara Petani dan Komandan TNI AL

BANTAENG, BERITA-SULSEL.COM – Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VI Laksamana Pertama TNI Yusup, SE, MM berkunjung ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kaili, Kelurahan Bonto Lebang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Rabu (22/3/2017).

Di TPI, Komandan Lantamal VI Laksamana Pertama TNI Yusup berinteraksi langsung bersama para Petani Rumput Laut Bantaeng. Dalam sesi tanya jawab antara Komandan Lantamal VI dengan para Petani rumpug laut, terlihat Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah menjadi moderator.

Salah satu Petani rumput laut, bernama Subhan (50) mengaku tidak pernah berhadapan langsung dengan Jenderal, ini menjadi kali pertama bagi dirinya.

“Untuk meningkatkan penghasilan rumput laut, kiranya Komandan Lantamal dapat membantu kami untuk mendatangkan bibit, karena bibit menjadi salah satu kendala di wilayah kami,” ucap Subhan.

Ada pula pertanyaan mencul dari petani rumput laut, yang juga seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Syamsia (42) menyampaikan, bahwa kami para petani terkadang tiba-tiba adanya kesulitan dalam ekonomi dan kita juga selalu berhadapan dengan tengkulak.

“Di saat kami butuh uang untuk makan atau biaya sekolah anak kami, terkadang tidak ada pilihan lain selain meminjam dana dari tengkulak,” cetusnya.

Ia juga menambahkan, “Saat panen rumput laut, harganya sudah turun, maka kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi, karena sudah terlanjur berutang dengan tengkulak,” sesalnya.

Setelah para petani memberi pertanyaan atau menyampaikan keluhannya, Bupati Bantaeng selaku moderator langsung memberikan solusi.

Bupati Bantaeng bergelar Profesor ini memberikan solusi, bahwa akan dibuatkan kedai pesisir atau koperasi yang diperuntukkan bgi para petani rumput laut.

“Kami akan siapkan kedai pesisir dan koperasi bagi para petani yang membutuhkan dana ataupun utang sembako,” janjinya.

“Dengan solusi itu, maka para petani akan terkurangi bebannya. Serta akan terhindar dari praktik nakal para tengkulak,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Lantamal VI Laksamana Pertama TNI Yusup menyatakan, Kabupaten Bantaeng sangat strategis diperdayakan petani rumput laut.

“Jadi memang diharuskan untuk dibuatkan Koperasi, agar para petani rumput laut tidak lagi dipengaruhi oleh tengkulak,” jelasnya.

Beliau menambahkan, para tengkulak itu meminjamkan dana bagi petani, tapi saat panen pasti para tengkulak akan mengambil hasil panen para petani dengan harga yang murah.

“Para petani untuk lebih kreatif dalam mengolah rumput laut, agar petani bisa mendapatkan nilai ekonomis yang tinggi,” tegasnya. (*)


Comment