
SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM – Baru setahun lebih menjadi Bupati Soppeng, Kaswadi Razak dan wakilnya wakilnya Supriansa sesumbar dan mengklaim sudah berhasil membangun daerah tersebut dari keterpurukan.
Hal ini disampaikan Kaswadi dihadapan masyarakat Soppeng dan undangan di Hari Jadi Soppeng ke 756 di Stadion Andi Wana, Kamis (23/3/2017).
Melalui kegiatan dengan tema “percepatan pembangunan untuk mewujudkan Soppeng sebagai pilar utama sulawesi selatan” ini, Kaswadi menyebutkan pemerintahannya telah banyak membangun dan melayani masyarakat dengan baik.
“Pertumbuhan ekonomi sudah dirasakan sejak tahun 2016 lalu diawal pemerintahannya. Pemerataan pembangunan di semua sektor sudah bisa kita dilihat saat ini,” jelas Kaswadi dihadapan ribuan masyarakat yang ikut serta dalam peryaaan tersebut dengan memakai baju adat.
Kaswadi menuturkan, pertumbuham ekonomi tahun 2016 dalam RPJMD sebesar 6,8 persen, mampu mencapai target sebesar 7,02 persen, dimana peningkatanya sekitar 1,92 persen pencapaian tersebut meningkat dari tahun 2015 sebesar 5,1 persen.
“Pada tahun 2015 posisi Soppeng ke 24 di sulsel, namun pada tahun 2016 insya Allah posisi berada diangka 15,” katanya.
Ketua DPD II Partai Golkar ini mengatakanan, produksi padi 2015 lalu hanya 226,433 ton, sementara tahun 2016 mengalami peningkatan sebesar 280,905 ton. Sementara produksi jagung sebelumya hanya 41.127 ton, tahun 2016 mencapai 93.131 ton.
Populasi Sapi, kata Kaswadi, tahun 2016 mencapai 46.441 ekor. Sementara populasi kambing tahun 2015 hanya 21.829 ekor, jumlah ini meningkat ditahun 2016 menjadi 24.853 ekor,
Pada sektor pertanian, jelas Kaswadi, pihaknya memberikan konstribusi besar hingga 30 persen. Produksi beras Soppeng tahun 2016 mencapai 177,532 ton. Angka ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya 130.182 ton.
“Ini membuktikan bahwa Soppeng sebagai pilar utama Sulawesi Selatan dalam mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan”‘ujarnya.
Untuk bidang Kesehatan, ujar Kaswadi, tahun 2016 hampir secara keseluruhan telah melampaui target RPJMD. Angka kematian bayi, ibu, dan presentase balita gizi buruk mengalami penurunan secara siknifikan dari tahun sebelumnya. (henrik).
Comment