
LUWU, BERITA-SULSEL.COM – Guna memastikan aktifitas belajar-mengajar tetap berlangsung pasca bencana tanah longsor yang menerjang Desa Saronda, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Amang Usman, Selasa pagi (25/4/17), turun langsung memantau kondisi sekolah di desa tersebut.
Di Saronda, Amang Usman nampak fokus meninjau sekolah yang ikut diterjang bencana tanah longsor yang terjadi Senin malam (24/4/17), khususnya di Sekolah Dasar (SD) Saronda yang dimana Tiga ruang kelas nyaris tertimbun material longsor.
Sebagai solusi agar aktifitas belajar-mengajar di SD Saronda tetap berlangsung, Amang Usman mengatakan dirinya memerintahkan kepada pihak sekolah agar murid atau siswa di Tiga ruang kelas yang diterjang longsor untuk dipindahkan sementara di ruang kelas lain yang tidak diterjang longsor, atau kata lain, satu ruangan bisa diisi oleh dua kelas siswa sekaligus dengan cara ruang tersebut dibagi dua.
Baca Juga
Longsor Kembali Menerjang Saronda Luwu
“Aktifitas belajar mengajar tetap berjalan, siswa dipindahkan ke ruangan lain yang tidak kena longsor, satu ruangan bisa diisi dua kelas, apalagi murid di sekolah tersebut tidak terlalu banyak, “ujar Amang Usman.
Selain itu, Amang Usman juga mengungkapkan bahwa untuk mengatisipasi adanya lagi ruang kelas yang diterjang longsor di SD Saronda, dirinya akan mengusulkan anggaran pembuatan bagunan atau tembok penahan longsor pada sisi belakang sekolah.
“Ini sudah tiga kali terjadi, kami akan coba mengajukan anggaran untuk itu, karena siswa rawan ikut menjadi korban, beruntung longsor terjadi malam hari, bagaimana kalau itu terjadi saat siswa sementara belajar di dalam ruang kelas,” tutupnya. (zadly)
Baca Juga
Taman Puncak Luwu Timur Jadi Objek Wisata Baru dan Pusat Kegiatan Seni
Comment