PANGKEP, BERITA-SULSEL.COM – Masalah keamanan pangan menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada kesehatan dan kualitas sumber daya manusia. Menanggapi hal tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar menetapkan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) sebagai lokasi fokus (lokus) Program Prioritas Nasional (Pro PN) Keamanan Pangan tahun 2026.
Penetapan ini bertujuan mengamankan pangan dari hulu ke hilir. Selain itu, program ini mempersiapkan masyarakat menghadapi bonus demografi 2030-2040 agar menghasilkan generasi sehat secara fisik maupun intelektual demi visi Indonesia Emas 2045.
Sinergi Strategis di Kabupaten Pangkep
Sebagai langkah awal, BBPOM di Makassar menggelar kegiatan Advokasi Bersama Stakeholder di Kabupaten Pangkep, Rabu (23/4/2026). Kegiatan ini bertujuan menggalang komitmen pemerintah daerah untuk mendukung keberlanjutan program.
Bupati Pangkep, Dr. H. Muhammad Yusran Lalogau, S.Pi., M.Si., membuka langsung acara tersebut. Sejumlah pejabat dari dinas terkait, kepala sekolah, kepala desa, hingga pengelola pasar turut hadir untuk memperkuat integrasi program di lapangan.
Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, menegaskan bahwa pangan memiliki peran strategis bagi ketahanan nasional. Namun, BPOM tidak bisa bergerak sendiri tanpa kolaborasi pihak lain.
“BPOM membutuhkan dukungan semua pihak karena pangan adalah tanggung jawab bersama sebagai satu bangsa,” ujar Yosef dalam sambutannya.
Atasi Stunting dan Dukung Program Nasional
Yosef menjelaskan bahwa saat ini Indonesia menghadapi tantangan double burden of nutrition, yaitu obesitas dan stunting. Tiga program utama akan menyasar komunitas secara langsung yakni Desa Pangan Aman, Sekolah dengan Budaya Keamanan Pangan dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas
Selanjutnya, Yosef mengaitkan pentingnya keamanan pangan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai sistem keamanan pangan yang kuat harus mendukung program tersebut agar manfaatnya bagi tumbuh kembang anak menjadi maksimal.
Komitmen Pemerintah Daerah
Bupati Pangkep menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan stok, tetapi juga kepastian bahwa bahan pangan tersebut aman untuk masyarakat konsumsi.
“Terima kasih Badan POM telah memilih Pangkep. Program ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran warga sekaligus mendorong UMKM daerah agar naik kelas,” tutur Muhammad Yusran Lalogau.
Selain fokus pada pangan, Bupati Pangkep juga merespons ancaman resistensi antibiotik. Sebagai langkah perlindungan, ia berencana menerbitkan Surat Edaran yang melarang apotek atau sarana kefarmasian menyerahkan antibiotik tanpa resep dokter.
Tahapan Pelaksanaan Program
Dalam sesi paparan, PFM Ahli Madya BBPOM di Makassar, Hamka Hasan, menjelaskan teknis pelaksanaan program. Tahapan tersebut meliputi pembentukan tim, pelatihan kader, pendampingan pelaku usaha, hingga monitoring dan evaluasi.
Peserta advokasi terlihat antusias mengikuti diskusi mengenai strategi replikasi program di tingkat desa dan sekolah. Melalui dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Pangkep, program ini harapannya mampu meningkatkan ekonomi keluarga berbasis kearifan lokal sekaligus menciptakan ekosistem pangan yang sehat dan berkelanjutan.
Comment