
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – 75 persen luas wilayah Kota Makassar adalah laut. Dimana total luas daerah Kota Makassar kurang lebih 175,77 km persegi dengan luas wilayah perairan laut bkurang lebih 100 km persegi.
Tidak ada alasan bagi Kota Makassar untuk tidak memperhatikan, memanfaatkan, dan menjaga laut demi kesejahteraan masyarakat.
Demikian penekanan calon Wali Kota Makassar, Andi Mustaman dalam rangka memperingati hari laut sedunia, hari ini ,Kamis 8 Juni 2017.
Kata dia, Kota Makassar saat ini hanya terfokus dalam pembangunan sektor jasa khususnya di bagian daratan. Namun, lupa akan potensi alam yakni laut yang kaya akan sember daya alamnya.
Untuk itu, aman sapaan akrbanya berharap peringatan ini akan menjadi pendorong dan semangat baru segenap komponen untuk menjadikan pembangunan kelautan sebagai salah satu poros utama pembangunan Kota Makassar demi kesejahteraan masyarakatnya.
“Luas Kota Makassar 75 persen adalah laut, dimana mengadung potensi yang sangat luar biasa. Saatnya kita kembalikan kejayaan laut Kota Makassar untuk menunjang kesejahteraan masyarakat Indonesia,” jelas mantan legislator DPRD Sulsel ini.
Menurutnya dengan memiliki lautan yang terbentang luas, bukannya memisahkan, tetapi menyatukan. Dengan begitu, ia menekankan agar kekayaan laut dan perikanan bisa dikembangakan dan dikelola dengan baik agar bisa memberikan kemakmuran bagi masyarakat.
“Manfaatnya tidak hanya dirasakan sekarang, tetapi untuk masa depan. Pemerintah terus bertekad juga memerangi masalah kelautan seperti pengrusakan laut, permasalahan pengelolahan dan yang lainnya,” tegasnya.
Tokoh pendidikan Sulsel ini menambahkan hingga saat ini belum ada keseriusan pemerintah untuk mengelolah laut. “Insya Allah 2018 jika diberikan amanah maka saya akan jadikan laut Kota Makassar sebagai penunjang kesejahteraan masyarakat khususnya yang ada di pulau ataupun pesisir,” jelasnya.
Contoh yang dapat dilakukan mengelolah laut adalah dengan menjaga kekayaannya. Selanjutnya melakukan pengelolahan yang berkelanjutan serta pro terhadap masyarakat.
“Contoh kedepan kita bisa bentuk Perusda tersendiri yang bisa menyerap hasil kelautan untuk kualitas ekspor. Kemudian postensi wisata bisa dikembangkan,” jelasnya
Comment