Orang NTT di Makassar Rutin Lakukan Silaturahmi

Paulus Due Rego

Laporan : Isak Pasa’buan
Mahasiswa Fisip Universitas Sawerigading

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Wakil sekertaris umum Kerukunan Keluarga Besar Nusa Tenggara Timur (KKBNTT), Paulus Due Rego menyebut Sulawesi Selatan adalah Indonesia, sehingga wajib hukumnya warga NTT melakukan interaksi dengan masyarakat lokal.

Ditemui di pelataran kampus Universitas Sawerigading Makassar (UNSA), Jalan Kandea I beberpa pekan yang lalu, Paulus menegaskan, Sulawesi Selatan atau Kota Makassar ini adalah bagian dari Indonesia dan sudah menjadi pondasi utamanya untuk berinteraksi dengan orang Makassar tanpa melihat suku, ras, etnis atau agama.

Warga NTT yang berdomisili di Kota Makassar juga memiliki beberapa wadah silaturahmi, mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat provinsi di antaranya organisasi Kerukunan Keluarga Golewa Makassar (KKGM), (Ikatan Keluarga Ngada Flores (IKEDAF) dan Kerukunan Keluarga Besar Nusa Tenggara Timur (KKBNTT)

“Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung dalam artian dimana pun kita berada, kita wajib menghormati adat istiadat masyarakat di sekitar kita berada,” jelas Paulus yang juga merupakan salah seorang tenaga pendidik di salah satu sekolah di Kota Makassar, menuturkan bahwa

Paulus juga menambahkan bahwa dengan landasan pancasila dan empat pilar itulah yang menjadi modal utamanya dalam membangun hubungan sosial dengan masyarakat yang ada di Makassar.

Ada beberapa kegiatan yang sering di selenggarakan setiap tahun sebagai upaya untuk mempererat tali silaturahmi mereka di antaranya kegiatan pekan olah raga maupun pentas seni kebudayaan Nusa Tenggara Timur seperti Dero, Sudu (tinju tradisional), dan tari Jai (tari penyambutan)


Comment