
SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM – Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Soppeng kembali mengembangkan bawang dan cabe merah diatas lahan seluas 74 hektar.
Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Soppeng, Fajar mengatakan, kedua komoditi dikembangkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
Penanaman ini merupakan salah satu upaya mendorong kelompok tani mengembangkan tanaman yang bisa menekan inflasi di Kabupaten Soppeng. Baca Juga : Wakil Bupati Soppeng : Pancasila Dasar Negara Paling Sempurna
Kata Fajar, komuditi cabe disediakan lahan seluas 49 hektar. Sementara, bawang sekitar 25 hektar. Kedua komuditi itu disebar di Kecamatan Donri- donri, Ganra, Lalabata, Marioriawa, serta Marioriwawo. Masa panen mencapai 70 hari. Dan masa tanama dilaksanakan 2 kali setahun.
“Sebelumnya dua komuditi ini sudah ada, ini penambahan luas lahan untuk mencapai kebutuhan masyarakat. Setiap kali panen, bawang mencapai 12 ton perhektar, sementara cabe besar 7 ton,”kata Fajar, Jumat (2/6/2017).
Baca Juga : Kapolres Soppeng : Saya Indonesia, Saya Pancasila
Fajar menyebutkan, bawang yang dikembangkan yaitu varietas Bima, Nganjuk dan Palu. Sementara untuk bibit cabe besar biasa diperoleh di toko.
Memksimalkan penanaman, jelas Fajar, pihaknya melibatkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) yang memiliki lahan ikut berpatisipasi demi meberikan percontohan menanam bawang kepada kelompok tani yang terlibat.
Baca Juga : Ini Pesan Bupati Soppeng di Hari Lahir Pancasila
“Bibit bawang merah diambil ditiga daerah tersebut, saya lihat disini bibit bawang dari Palu paling bagus dikarenakan tahan penyakit,” ujarnya. Henrik.
Comment