MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Temu kader perempuan PAN merekomendasikan 30 persen perempuan harus berapa diurutan pertama saat penyusunan proses pencalegan 2019 mendatang.
“Kami sepakat memperjuangkan perempuan ditempatkan diurutan pertama. Harapannya, 30 persen terakomodir itu sudah luar biasa,” ujar Humas Temu Kader Perempuan PAN, Rasmi Ridjang Sikati, Jumat (9/2/2018), disalah satu hotel di Jalan Beulevard, Makassar.
Kata dia, calon anggota legislatif yang ingin maju di pemilihan legislatif selalu berebut berada di urutan pertama. Meskipun yang menentukan nantinya adalah suara terbanyak. Posisi nomor urut satu masih dinilai dapat berdampak psikologis bagi pemilih.
“Sebenarnya nomor satu atau berapa itu sama saja. Kita ketahui jika sistem pemilu kita terbuka atau berdasarkan suara terbanyak. Hanya saja, tentu ada dampak psikologisnya. Pemilih pasti menganggap nomor satu itu masih terbaik, meski tidak semua caleg nomor urut satu itu terpilih,” ujar Rasmi.
Tapi, jelas Rasmi, jika ketua partai bisa mengakomodir hasil rekomendasi dari temu kader perempuan PAN se Sulsel ini.
Wakil Ketua DPD PAN Sulsel, Ahmad Pasima yang dikonfirmasi mengenai rekomendasi yang dikeluarkan Perempuan PAN dalam temu kader mengaku salut, bahkan perlu semua perempuan ada di urutan pertama.
Ketua DPD PAN Makassar, Hamzah Hamid, yang juga turut hadir saat penutupan sangat setuju dengan tuntutan para Perempuan PAN.
“Saya salut dengan rekomendasinya. Saya sepakat dengan Pak Ahmad Pasima. Jika perlu semua Perempuan PAN kita tempatnnya diurutan pertama asalkan dilayak pantas ada diurutan tersebut,” terangnya.
Temu Kader Perempuan PAN dibuka langsung Ketua DPP PAN Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak Euis Fety Fatayati. Ketua DPW PAN Sulsel Ashabu Kahfi turut hadir dalam acara pembukaan.
Anggota DPRD Sulsel Usman Lonta, anggota DPR RI Andi Yuliani Paris menjadi pemateri bagaimana kiat caleg bisa berebut suara di dapilnya masing-masing. Kegiatan ini diikuti Perempuan PAN se Sulsel dan digelar sehari.
Wakil Ketua PAN Sulsel, Nurkanita Maruddani Kahfi mengatakan kegiatan ini sangat wajib diikuti kader perempuan PAN. Makanya, semua kader Perempuan PAN telah diundang untuk harus ikut acara tersebut.
“Ini wajib bagi kader perempuan PAN untuk ikut dan Insyallah seluruh kader perempuan PAN di Sulsel akan menghadiri acara tersebut,” ujarnya.
Ditambahkan, kegiatan ini sebagai upaya dalam mengkonsolidasikan konstalasi politik menjelang pilkada serentak 2018 dan Pilgub Sulsel.
“Disamping itu pula, ini juga sebagai upaya penguatan silaturahim antara sesama kader perempuan secara keseluruhan,” tukasnya. (*)
Comment