JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM – Direktur Pusat Peragaan Iptek (PP IPTEK), Syachrial Annas Fasihu melakukan kunjungan ke pusat pelatihan hidroponik Bogor, Kamis (15/2/2018).
Kunjungan ini guna memantapkan persiapan penerapan hidroponik di Kantor PP IPTEK Taman Mini Indonesia Indah Jakarta yang menjadi pusat peragaan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis IT.
Syachrial tertartarik untuk menerapkan hidroponik berbasis IT. Pasalnya, sistem ini lebih modern dan ramah lingkungan, memiliki banyak keuntungan seperti mengatasi permasalahan tak tersedianya lahan atau tanah untuk media tanam.
Selain itu, sistem ini meminimalisir masalah penyakit pada tanaman yang umum terjadi di tanah.
“Keuntungannya cukup banyak, kemungkinan suplai dan penanaman tanaman yang berkelanjutan. Mendapatkan hasil yang lebih banyak dengan luas area penanaman yang sama,” paparnya.
Selain itu, kualitas hasil yang lebih bagus daripada media tanah. Tak hanya itu, sistem ini lebih sedikitnya penggunaan air dan pupuk, sebab terencana dan terukur.
Kata Syachrial, kekurangannya lebih sedikit diantaranya modal awal yang lumayan besar, yakni penyediaan alat dan perlengkapan, media serta nutrisi. Selain itu, perlu perawatan dan perhatian yang lebih ekstra.
“Kami menerapkannya di Kantor PP IPTEK dengan menanam tomat, cabe, dan sayur-mayur. Hal ini diharapkan akan dipanen oleh Menristekdikti pada saat HUT PP IPTEK ke 27 menandai dengan pembukaan Indonesia Science Day tanggal 20 hingga 22 April 2018 di Taman Mini Indonesia Indah,” tuturnya. (YN)
Comment