BONE, BERITA-SULSEL.COM– Semakin hari, pelaku narkoba semakin cerdas dengan beragam modus untuk menjerat korbannya agar jadi pecandu.
Kali ini, Vape ditemukan mengandung Sinte, yakni zat psikoaktif buatan laboratorium, termasuk golongan Narkotika Golongan I menurut UU No.35/2009, yang dibuat untuk meniru efek ganja, tapi jauh lebih kuat, berbahaya, dan adiktif .
Dari informasi yang dihimpun, diketahui Sinte berisi senyawa kimia sintetis seperti JWH-018 dan AB-CHMINACA.
Kasat Narkoba Polres Bone, Iptu Irham, saat Konferensi Pers di Mapolres Bone, Rabu (13/5/26), mengungkap pihaknya telah menangkap seorang mahasiswa pengguna Vape dan positif narkoba.
Baca Juga
Bantuan Rp1,5 M untuk Warga Terdampak Banjir di Bone Bakal Disalurkan Hari Ini
Penyaluran Bantuan Logistik Dimulai, Ini Item Bantuan yang Bakal Diterima Warga Bone
Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Korban Banjir Bone, Pastikan Recovery Cepat
Irham juga mengaku kendala saat ini belum ada regulasi untuk bisa menertibkan penjualan Vape, dimana Vape ini biasa digunakan di kalangan remaja, mulai siswa SMP, SMA hingga mahasiswa.
“Kami pun kesulitan dalam hal membedakan vape yang menggunakan sinte mana yang tidak kalau sudah ditangan pengguna.
Makanya saya bersama rekan-rekan memperbanyak titik jaringan yang mendeteksi terutama di kalangan anak sekolah,” beber Irham.
Sebagai perbandingan, Irham mengungkap untuk membedakan keduanya, biasanya Vape yang tidak mengandung Sinte dijual di toko-toko, sementara yang mengandung Sinte biasanya penjualannya sembunyi-sembunyi dan harga pun jauh lebih mahal yaitu diatas Rp600 ribu untuk botol cairan kecil.
“Kalau untk melarang harus ada regulasi untuk itu karena kami tidak mau memperlambat perputaran ekonomi utamanya di Bone. Tidak semua vape mengandung itu, kalau vape mengandung sinte, tidak ditetes.
Ini berbahaya karena campurannya macam-macam bahkan ada yang tambahkan baygon,” lanjutnya.
Diketahui pula bahwa Sinte ini merupakan zat yang sulit terdeteksi menggunakan tes narkoba biasa. Efek Sinte biasanya menyebabkan halusinasi, paranoia, serangan jantung, kerusakan otak permanen, ketergantungan tinggi, bahkan kematian.
“Kedepan kami berencana dengan pemerintah melalui gubernur, bupati, mungkin kami lakukan sosialisasi terkait sinte,” tutup Irham. (eka)
Comment