GOWA, BERITA-SULSEL.COM — Yohei Sasakawa, Chairman The Nippon Foundation, Duta Goodwill Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengunjungi Puskesmas Kanjilo, Kecamatan Barombong, Gowa.
Kunjungan duta besar Jepang untuk HAM untuk memantau secara langsung aktivitas penggiat pemberantas kusta.
Selain itu, kunjungan ini sekaligus menjadi ajang diskusi langsung dengan lapisan masyarakat dan penggiat untuk mengetahui apa kendala dan sejauhmana para penggiat kusta mampu melakukan penanganan serta pengendalian terhadap penderita kusta.
Kendatangan Duta WHO asal Jepang itu disambut Kepala Dinas Kesehatan Gowa, dr Hasanuddin Tahir, Camat Barombong, Anwar Asrul, anggota Komisi IV DPRD Gowa, Makmur Muang serta Kepala Puskesmas Kanjilo, dr Umar Ali maupun anggota Muspika dan tokoh masyarakat Barombong. Sasakawa berharap penyakit kusta yang tumbuh di Indonesia termasuk di Gowa bisa dientaskan secara maksimal.
Sasakawa yang datang bersama rombongan para pemerhati Leprosy asal Jepang itu, memuji kepedulian Kabupaten Gowa terhadap pengentasan penyakit kusta dengan diterbitkannya Peraturan Daerah (Perda) pemberantasan kusta No 2 tahun 2017 oleh Pemerintah Kabupaten Gowa.
Menurut Sasakawa, tujuan utamanya datang ke Gowa adalah ingin mengadvokasi penyakit kusta agar pemerintah lebih peduli terhadap penderita kusta dengan melakukan upaya penyembuhan secara optimal.
Hendra Dini selaku Penanggung Jawab Teknis Program TB dan Kusta Dinas Kesehatan Gowa menjelaskan bahwa pada tahun 2017 sebanyak 97 penderita kusta di Gowa berhasil ditemukan.
Khusus di Kecamatan Barombong, kata Hendra Dini, ditemukan sebanyak enam orang dalam waktu enam bulan.
” Ini sungguh luar biasa bahwa ternyata Barombong merupakan daerah rawan penderita kusta terbukti dalam enam bulan itu kita temukan enam penderita padahal targetnya 1 per 10.000 jiwa artinya dalam 10.000 jiwa penduduk kita hanya temukan 1 orang penderita. Ternyata di Barombong sangat tinggi karena kita temukan enam orang. Di Indonedia 13.000 lebih penderita kusta sementara di Jepang cuma satu orang penderita. Makanya duta WHO ini berharap dapat membantu Indonesia khususnya Gowa untuk memberantas penyakit kusta ini,” jelas Hendra Dini.
Baik Camat Barombong, Anwar Asru maupun Makmur Muang sebagai wakil rakyat yang juga menjadi salah satu penggiat pemberantas kusta di Gowa ini mengapresiasi kunjungan Yohei Sasakawa sebagai motivator pengendalian dan pemberantasan penyakit kusta di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Gowa, dr Hasanuddin Tahir mengatakan, dengan adanya Perda pemberantasan penyakit kusta, TB dan HIV di Gowa telah menggerakkan sejumlah NGO termasuk masyarakat untuk berkomitmen memberantas penyakit kulit yang cukup berbahaya ini.
Hal senada dikatakan Kepala Puskesmas Kanjilo, dr Umar Ali. Dia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memberantas penyakit kusta.
“Jangan disembunyikan jika ada anggota masyarakat menderita kusta. Sampaikan kepada kami dan kami akan mengawal penderita untuk proses penyembuhan. Kita harus hilangkan stigma kusta khususnya terhadap kita sendiri sebagai para aktor dan pelaku pengentas kusta ini. Kita harus lebih proaktif memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menginformasikan dan memperlihatkan jika ada warga atau anggota keluarganya yang kusta agar kita dapat mengeliminasi kusta di Barombong ini. Kami bahkan berharap Mr Yohei Sasakawa dapat menjadikan Barombong sebagai model pengentasan kusta di Indonesia,” kata dr Umar Ali. (An).
Comment