Kapolda Sulsel Humanis, Anggotanya Brutal

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Sosok Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan, Irjen Pol Umar Septono banyak menjadi perbincangan masyarakat lantaran aksi-aksinya yang terbilang tak biasa. Polisi berusia 55 tahun itu banyak disebut religius dan humanis.

Sebagai seorang polisi, Umar Septono terkenal dekat dengan masyarakat. Ia biasa dekat dengan masyarakat kelas bawah yang menjalani hidup dalam keterbatasan. Hal itulah yang membuat sosok Umar Septono patut dijadikan teladan.

Namun, ibarat pepatah jauh panggang dari api antara Kapolda Sulsel dengan anggotanya di Satuan Brimob Polda Sulsel yang melakukan aksi brutal kepada masyarakat.

Tepatnya, Senin 9 April 2018 di Gedung DPRD Makassar Jalan, AP Pettarani, sekitar pukul 13.00 Wita, sejumlah oknum Polisi dari kesatuan Brimob Polda Sulsel melakukan pengeroyokan kepada seorang wartawan sekitar pukul 13.00 Wita.

Aksi kekerasan terhadap jurnalis ini, dialami oleh Andis yang merupakan salah satu wartawan media online. Kejadian berawal saat ia meliput aksi massa pendukung paslon calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Danny Phomanto -Indira (DIAmi).

Kericuhan dipicu oknum provokator yang berada di dalam kantor DPRD Makassar. Massa sebenarnya sudah akan meninggalkan gedung parlemen. Mereka sudah berada di tempat parkir untuk kendaraan.

Tiba-tiba teriakan bernada provokasi dari dalam gedung DPRD. Massa akhirnya beringas dan mencari sumber suara tersebut. Sejumlah pedemo melompati pagar DPRD Kota Makassar dan berlarian masuk ke gedung. Suasana tak terkendali.

Demo Berakhir Ricuh, dan Andis yang merekam aksi pembubaran massa ini turut menjadi korban.

“Tiba-tiba saya juga disuruh pergi padahal saya sudah perlihatkan kartu identitas media. Berkali-kali saya perlihatkan kartu pers, polisi yang berseragam hitam itu tetap saja menyeret saya,” kata Andis yang mengalami rasa sakit pada bagian kepalanya.

Menurut Andis, massa yang digiring turun kelantai 2 oleh pihak kepolisian. Dirinya juga sempat dipukul menggunakan pentungan oleh oknum Brimob Polda Sulsel. Ironisnya, Andis sempat dilempar dari lantai dua.

“Saya bisa selamat ketika humas DPRD Makassar bilang saya dari media. Setelah itu kembali lagi saya dipukul kembali pada saat mencari oknum Brimob tersebut,” jelasnya.


Comment