Tim Kemanusiaan FKM UMI Salurkan Bantuan Logistik dan Obat-obatan di Donggala

BERITA-SULSEL.COM – Kehadiran tim Kemanusiaan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) di Sulawesi Tengah tak hanya membantu anak-anak korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Sigi dan Donggala dari rasa trauma atau atau melakukan trauma healing.

Tim yang beranggotakan 10 orang dipimpin langsung Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FKM UMI, Dr. Andi Surahman Batara, S.KM., M.Kes juga menyalurkan bantuan logistik dan obat-obatan untuk korban gempa.

Jumat, 26 Oktober 2018, tim ini menyalurkan bantuan logistik dan obat-obatan untuk warga Loro Tatari di Posko Kamanjidolo, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Tim Kemanusiaan FKM UMI Salurkan Bantuan Logistik dan Obat-obatan di Donggala

Surahman Batara mengatakan, dirinya dan tim terus bergerak dari posko ke posko korban gempa. Dari Kota Palu dengan jarak tempuh selama 90 menit atau 1 jam setengah timnya tiba di di Posko Kamanjidolo, Kabupaten Donggala.

“Disini jumlah pengungsinya cukup banyak, yakni 74 kepala keluarga. Mereka bertahan dengan segala keterbatasan,” ujarnya.

Kata dia, salah satu perhatian timnya yakni belum tersedianya fasilitas sanitasi seperti WC umum.

Sebelumnya, gempa dengan kekuatan 7,7 Skala Richter (SR) mengguncang kawasan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). Gempa ini menimbulkan tsunami yang menerjang Palu.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sudah 2.113 orang meninggal dunia akibat gempa dan tsunami yang menerjang Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Selain itu BNPB juga mencatat ada 4.612 orang yang mengalami luka berat.

Data tersebut diperbaharui BNPB Sabtu (20/10/2018). Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam penjelasannya mengungkapkan, 2.113 korban meninggal tersebut terbanyak berasal dari Kota Palu.

“Sebaran 2.113 orang korban meninggal dunia adalah Kota Palu 1.703 orang, Donggala 171 orang, Sigi 223 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasangkayu 1 orang. Semua korban meninggal dunia telah dimakamkan, baik pemakaman massal maupun pemakanan keluarga,” kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya.

Dari 2.113 orang korban meninggal dunia, sudah termasuk 1 orang warga Korea Selatan yang meninggal dunia di reruntuhan Hotel Roa-Roa Kota Palu. Selain itu, ada 223.751 orang mengungsi di 122 titik.(*)


Comment