Dispora Makassar Gelar Pemilihan Pemuda Pelopor Olahraga

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Dinas Pemuda dan Olaraga (Dispora) Kota Makassar menggelar acara pemilihan Pemuda Pelopor Olahraga (PPO) Makassar, di Mal PIPO Makassar, Jalan Metro Tanjung Bunga, Tamalate, Makassar.

Kepala Dispora Makassar, Ahmad Hendra Hakamuddin, mengatakan, PPO Makassar adalah untuk mencari duta-duta olahraga di setiap kecamatan di Makassar.

“(PPO) adalah salah satu bentuk inovasi Dispora Kota Makassar dalam mencari duta-duta olahraga perwakilan setiap kecamatan yang ada di Kota Makassar. Kegiatan ini melalui proses seleksi yang tidak singkat,” kata Ahmad Hendra Hakamuddin.

Hendra menyebutkan, PPO Makassar juga menjadi pelopor olahraga di Makassar yang mampu memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyaratakat.

“Kami berharap mereka dapat mengemban tugas-tugasnya nanti sebagai influencer olahraga di wilayahnya masing-masing untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahrakan masyaratakat,” jelasnya.

Untuk menjadi PPO Makassar tak mudah. Para peserta harus menjalani seleksi ketat dari ratusan calon lainnya. Di samping itu, mereka harus mengikuti proses panjang hingga 3bulan lamanya.

“Selama tiga bulan dimana kami melakukan pendaftaran terbuka di setiap kecamatan sambil melaksanakan olahraga senam. Pada seleksi awal terseleksi 750 pemuda pemudi hingga

tersaring menjadi 30 peserta yang terdiri dari 15 putra dan 15 putri perwakilan terbaik di setiap kecamatan,” terangnya.

Selain itu, para peserta juga akan dinilai oleh juri yang profesional yang berasal dari independen, KONI, akademisi hingga dari media.

“Pada malam grand final hari ini akan ditentukan tiga peserta terbaik dan satu peserta favorit berdasarkan penilain juri independen dari media, KONI Kota Makassar, akademisi dan senior PPO tahun sebelumnya,” papar Hendra.

Setelah melalui proses panjang, PPO Makassar akhirnya dimenangkan oleh Juara 1 Putra dari Kecamatan Wajo dan Puteri, Kecamartan Tamalate, Juara 2 pria, Panakkukang dan Puteri Juara 2 Rappocini. Juara Juara 3 Putera Ujung Tanah dan Puteri Manggala.


Comment