BONE, BERITA-SULSEL.COM — Sempat viral di media sosial mengenai penculikan bayi yang dilaporkan oleh orangtuanya, Anugrah Nurika (23), yang merupakan istri anggota Brimob, Brigpol Rasyidin, kini terungkap sudah.
Penculikan bayi yang terjadi pada Kamis (20/12/18) kemarin, rupanya hanya rekayasa belaka. Hal ini terungkap ketika penculik bayi, Fitri, warga Barru, ternyata adalah ibu kandung si bayi yang dilahirkan pada 2 Desember lalu.
Anugrah kehilangan bayinya usai melahirkan di salah satu RS yang ada di Makassar, namun karena tak ingin suaminya kecewa, Anugrah berusaha mencari bayi yang bisa diadopsi melalui media sosial facebook.
Alhasil, seorang bayi mungilpun didapatkan anugerah dari seorang perempuan bernama Fitri yang melahirkan anak dari hasil hubungan gelapnya bersama seorang pria bernama Ilham.
Bayi mungil itupun diserahkan ke tangan Anugrah dengan beberapa kesepakatan tanpa sepengetahuan suaminya, Brigadir Rasyidin.
Diantara perjanjian itu yakni biaya persalinan sebesar Rp 8 juta serta ibu kandungnya diijinkan bertemu anaknya. Seminggu setelahnya, Fitri yang merupakan ibu kandung si bayi mencoba menghubungi Anugrah untuk menanyakan kondisi bayinya, namun Anugrah coba berbohong dan mengatakan bayi tersebut sudah meninggal.
Tak yakin, Fitri bertanya lagi dan dijawab oleh Anugrah kalau bayinya sehat. Diaturlah sebuah skenario penculikan agar Fitri bisa mengambil anaknya dan berjanji akan dikembalikan pada Minggu (23/12/18) nanti, sekaligus mengambil sisa uang Rp 1 juta.
Fitri sempat menginap di kampung Anugrah, Dusun Inung Lancenge Desa Mattampa Bulu Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone, sebelum akhirnya mengambil si bayi saat ayahnya sedang ke warung.
Kapolres Bone, AKBP Kadarislam Kasim, mengatakan ini adalah masalah nasional yang sempat meresahkan masyarakat Bone dengan adanya penculikan si bayi.
Kadarislam tetap berharap masyarakat waspada walau kasus ini hanya rekayasa.
“Ini bukan penculikan murni, ini rekayasa, tapi tetap kita harus waspada. Kalau ibunya tetap diproses laporan palsu, ibu kandungnya, Fitri, sudah ditangkap di kos-kosan dan sekarang sudah di Polda” jelas Kadarislam. (eka)
Comment