LUWU UTARA, BERITA-SULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar rapat koordinasi pelaksanaan reforma agraria dan penetapan tapal batas desa di ruang rapat wakil bupati , Kamis (24/01/2019).
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, mengatakan program reforma agraria dan tapal batas merupakan suatu langkah pencegah terjadinya konflik di desa.
“Kerap sekali kita temui di desa-desa yaitu sengketa mengenai tapal batas kepemilikan lahan, sehingga program ini wajib di aksanakan,”jelas Indah.
Kata dia, penetapan kepemilikan potensi yang ada di desa, program ini juga nantinya akan menyatukan kordinat setiap desa yang ada di Indonesia.
Kordinat itu nantinya akan menjadi acuan bagi pemerintah pusat untuk menurunkan program ke desa.
“Jadi, kalau kita tidak manfaatkan secara baik program yang ada ini secara tidak langsung kita menolak hadirnya program-program lanjutan ndari pemerintah pusat,” tegas indah.
Tahun 2019 ini ada lima kecamatan yang menjadi sasaran kegiatan yaitu Mappedeceng, Masamba, Malangke Barat, Baebunta Selatan dan Baebunta.
Comment