LUWU UTARA, BERITA-SULSEL.COM – Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani melakukan tanam perdana penangkaran benih padi. Kegiatan ini melibatkan Center of excellece (CoE) Fakultas Pertanian Unhas.
Tanam perdana dilaksanakan di Desa Hasanah, Kecamatan Mappedeceng, Kamis (31/1/2019).
“Pangan adalah hidup matinya suatu bangsa. Hal ini sering dikemukakan bapak proklamator bangsa ini Ir Soekarno,” ujarnya
Kata dia, dari sekian pimpinan daerah yang siap, Bupati Luwu Utara menunjukkan komitmen. Sehingga, dari 6 kabupaten yang mendapatkan alokasi, Luwu Ytara menjadi daerah yang diberi khusus mengelolah 40 H sebagai lahan pembenihan.
“Tahun ini kita surplus dengan hasil 82.000 ton dengan rata-rata 5,6 Ton/Ha. Jika dihitung nilai ekonomi yang dihasilkan, petani Luwu Utara menikmati hasil sebesar Rp1,1 triliun,” ujar Indah.
“Daerah kita mengalami deflasi, sehingga stock pangan di Luwu Utara aman 40 bulan kedepan. Lutra menjadi daerah pengisi gudang bulog,” pungkasnya.
Kebutuhan benih di Luwu Utara, kata Indah, mencapai 1.000.112 kg, sehingga hadirnya kerja sama ini, mendorong petani untuk hadir menjadikan Lutra kabupaten mandiri benih, baik disektor pangan ataupun perkebunan.
“Saya yakin kerja sama ini bisa dengan baik, ada rasa optimis yang terlukis jelas di wajah kita semua untuk lebih meningkatkan kualitas pangan,” tutupnya.
Tanam perdana ini dihadiri Dandim 1403 Sawerigading Letkol. Inf M Ismasfi, ketua Center of excellece (CoE) Fakultas Pertanian Unhas Prof Dr Ir Yunus Musa.,M.Si, perwira penghubung Sengke, Pimpinan SKPD, camat Mapoedeceng dan kepala desa. (*)
Comment