Kekuatan otot juga cenderung lebih besar 6 persen dibandingkan dengan waktu lainnya. Jika kita justru tidur di saat tubuh lebih bugar, aktif, dan kuat, tentu akan terjadi kekacauan pada berbagai sistem yang ada di dalam tubuh.
Tubuh pun segera melakukan penyesuaian diri pada sesuatu yang tidak biasa jika kita tidur saat maghrib. Sebagai contoh, paru-paru yang sedang sangat kuat justru dipaksa untuk menjadi lebih rileks. Hal inilah yang akhirnya membuat tubuh terasa tidak nyaman dan membuat suasana hati kita menjadi semakin buruk.
Menyebabkan gangguan keseimbangan hormon
Perubahan jam biologis akibat tidur di waktu yang sangat tidak biasa akan memicu kekacauan hormon dengan signifikan. Sebagai informasi, demi memastikan waktu tidur malam yang nyenyak dan berkualitas, maka tubuh akan memproduksi hormon melatonin yang membuat kita mengantuk pada pukul 21.00 hingga 06.00 pagi.
Di jam-jam lainnya, khususnya di waktu maghrib, tubuh biasanya tidak memproduksi hormon tersebut sehingga jumlahnya sangat rendah.
Baca Juga : Ini 5 Manfaat Tidur Posisi Menyamping untuk Kesehatan
Hanya saja, karena kita justru sudah memposisikan diri untuk beristirahat, tubuh pun terpaksa memproduksi hormon melatonin. Setelah bangun, kadar hormon melatonin di dalam tubuh masih cukup banyak dan kita pun kesulitan untuk segera kembali berenergi.
Guna menghilangkan rasa kantuk ini, tubuh kemudian memproduksi hormon adrenalin dan kortisol dengan berlebihan. Sayangnya, kedua hormon ini bisa memicu datangnya stres dan memperburuk suasana hati.
Comment