Kewenangan POM Dipertanyakan, ASDP Bone “Pekerja, Suruh Jaga”

BONE, BERITA-SULSEL.COM — Bertugas setiap hari di gerbang masuk pelabuhan, keberadaan anggota POM rupanya banyak dikeluhkan warga yang hendak menyeberang, bahkan oleh awak media yang sempat terhalang saat hendak liputan arus mudik di pelabuhan Bajoe.

Pada 23 Mei lalu, wartawan Trans 7, Zulkifli dan wartawan Tribun Timur, Justang, mengaku dihadang saat hendak masuk liputan ke dermaga pelabuhan Bajoe oleh anggota POM yang berjaga di pintu palang masuk pelabuhan.

“Itu hari saya sudah lewat tapi dikejar sama anggotanya, katanya dipanggil komandan. Dia bilang kalau lewat harus izin dulu, jangan main lewat saja” tutur Zulkifli.

Demi mengetahui kejelasan tugas dan wewenang anggota POM yang berjaga, sejumlah awak media mendatangi kantor ASDP, Jumat (31/5/19) malam. Sayangnya, baik Kepala maupun GM ASDP tidak berada di tempat.

Dua orang pegawai ASDP, Jarya dan Azis sempat memberikan penjelasan terkait ditugaskannya anggota POM di palang, yang notabene untuk mengantisipasi jika ada anggota TNI yang berulah di pelabuhan.

“Sebenarnya tidak ada arahan atau tugasnya POM untuk mencegat, mungkin dikiranya bapak mau menyeberang, TNI mengarahkan ke petugas loket” terang Azis.

Kesan TNI yang seolah dijadikan “petugas palang” semakin kuat saat Azis mengakui kalau tidak ada petugas ASDP yang ditempatkan di palang pelabuhan, hanya dibagian loket.

“ASDP kan di dalam, masa mau keluar lagi. Sama halnya rumah, kalau masuk harus ketuk pintu dulu, saya misalnya ambil pekerja, suruh jaga” kata Azis mengibaratkan tugas dan keberadaan POM tersebut.

Usai memberikan sedikit keterangan, kedua pegawai ASDP tersebut menyadari bahwa segala hal yang berkaitan dengan MoU maupun SOP penugasan TNI, hanya bisa dijelaskan langsung oleh pimpinan mereka.

“Datang saja besok atau hubungi nomor HPnya” kata Azis. (eka)


Comment