Sekjend ISMKMI Sebut Optimalisasi Preventif Langkah Cerdas Perangi TB

Penyakit BT

Penyakit TB

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Sekretaris Jenderal Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI), Ahmad Syauqi menghadiri Preliminary Meeting on YTH-TB Declaration yang dilaksanakan di WHO Country Office Indonesia, Gama Tower Lantai 5, Jakarta Selatan, Rabu 10 Juli 2019.

Ahmad mengatakan, pertemuan ini yang diinisiasi CISDI sebagai pelaksana YTH-TB nantinya dihadiri beberapa pemuda yang merupakan representatif dari organisasi atau komunitas yang fokus keranah kesehatan.

“Kegiatan diawali dengan diskusi dengan beberapa pemuda yang hadir dipertemuan tentang permasalahan TB atau penyakit bakteri menular yang berpotensi serius yang terutama mempengaruhi paru-paru,” ujarnya.

Baca Juga : Sekjend ISMKMI Sebut Menkes Gagal, Paradigma Sehat Sebatas Label

Kemudian, kata Ahmad, dilanjutkan opening remarks Diah Saminarsih sebagai Senior Adviser to the WHO DG on Gender and Youth. Setelah itu, masuk diskusi bersama Hannah Monica Dias-WHO Global TB Programme yang spesifik ke Global TB Situation, Global PPM Meeting, Youth role to end TB, Youth Town Hall on TB.

“Kali ini membahas tentang keterlibatan pemuda dalam memerangi TB di Indonesia. Penyamaan persepsi terkait persoalan TB tentunya,” ujarnya.

Baca Juga : Sekjend ISMKMI: Saat Ini Eranya Kaum Muda Berkarya

Selain itu, jelas Ahmad, setelah penyatuan frekuensi terhadap persoalan TB di Indonesia, selanjutnya merumuskan sebuah draft naskah deklarasi pemuda dalam memerangi TB.

“Kegiatan YTH-TB 2019 akan dilaksnakan tanggal 15 Juli 2019, saat itu dipenghujung acara akan dibacakan deklarasi yang dimaksud,” terangnya.

Baca Juga : Mahasiswa FKM UMI Terpilih Jadi Sekjend ISMKMI

Ahmad mengatakan, penyakit TB ini merupakan penyakit yang dipengaruhi perilaku seseorang dan lingkungan disekitarnya. Pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat, salah satu upaya pencegahan agar tidak tertular penyakit TB.

“Peran tenaga kesehatan masyarakat khususnya pada konsentrasi epidemiologi sangat dibutuhkan dalam melakukan percepatan pencegahan TB di Indonesia,” ujarnya.

“ISMKMI yang mempunyai anggota di seluruh Indonesia, dalam hal ini mahasiswa yang berasal dari program studi kesehatan masyarakat memproyeksikan akan berkontribusi dalam pembangunan nasional kesehatan,” tambahnya.

Baca Juga : Menteri Kesehatan RI Siap Hadiri Munas ISMKMI XVI di FKM UMI

“Salah satunya upaya memerangi TB melalui program desa atau dusun binaan yang dimiliki institusi anggota ISMKMI. Dalam hal ini, mahasiswa dapat berintegrasi dengan pihak Puskesmas serta optimalisasi peran Posyandu,” terangnya.

Kata dia, mahasiswa harus memberikan edukasi tentang pola hidup sehat serta menjaga sanitasi lingkungan. Melakukan monitoring dan evaluasi bersama PMO dari setiap pasien agar tidak makin memburuk atau bagi yang sedang menjalani proses penyembuhan.

“Upaya ini pastinya tidak dapat berjalan semaksimal mungkin tanpa dukungan dari pihak lain. Maka dari itu, dengan prinsip kolaborasi kami dari IOMS yang tergabung dalam satu Aliansi Organisasi Mahasiswa Kesehatan Indonesia (AOMKI) bersama memasifkan upaya ini,” ujarnya.

“Kolaborasi multisektoral juga sangat diharapkan dalam memerangi TB. Diera milenial pemuda sangat mempunyai peluang yang besar dalam berkontribusi dalam pembangunan kesehatan nasional dengan ide-ide kreatif serta inovatifnya,” paparnya.


Comment