BERITA-SULSEL.COM – Asuransi bukan sebuah hal yang asing lagi untuk didengar. Namun pada kenyataannya masih banyak dari kamu yang hingga saat ini belum atau kurang memahami mengenai asuransi tersebut. Sebab asuransi merupakan hal yang cukup kompleks, yang mana diperlukan pemahaman dan pertimbangan yang matang sebelum kamu menggunakannya.
Ditambah lagi, banyak yang “ogah rugi” membeli asuransi, kebanyakan mengharapkan premi yang dibayarkan kembali. Sehingga hal ini dapat membuat minat beberapa dari kamu berkurang terhadap penggunaan asuransi.
Asuransi sendiri memiliki banyak istilah yang harus dipahami dengan benar. Ini penting diketahui sebelum menggunakan layanan asuransi, sebaiknya kamu memahami secara benar tentang istilah-istilah tersebut agar tidak salah dalam menafsirkannya di kemudian hari. Salah satu istilah yang cukup sering didengar adalah polis asuransi.
Banyak dari kamu yang beranggapan bahwa polis merupakan premi (sejumlah dana yang dibayarkan ke perusahaan asuransi setiap bulan). Anggapan tersebut tidak tepat, karena polis adalah sebuah bukti perjanjian tertulis yang dilakukan oleh penanggung dengan tertanggung (nasabah pengguna), berisi tentang segala kewajiban dan hak kedua belah pihak. Polis ini akan menjadi bukti sah dan terikat karena akan melindungi setiap kewajiban dan hak nasabah dan juga pihak perusahaan asuransi.
Cara Memilih dan Membeli Polis yang Tepat
Setiap perusahaan asuransi tentu saja memiliki kebijakan sendiri dalam menerapkan produk asuransi yang dijualnya. Hal ini dapat kamu temukan dalam polis yang ditawarkan, yang kemudian sangat penting untuk dicermati sejak awal agar tidak terjadi salah pemahaman terhadap penggunaan layanan asuransi ini.
Jika kamu tidak dapat memahami polis secara detail, sebaiknya meminta penjelasan dari pihak ketiga yaitu broker atau agen asuransi di mana kamu membeli asuransimu. Broker asuransi tersebut akan membantu dan menjelaskan kamu dalam memilih produk asuransi yang dibutuhkan dan tepat. Jangan sungkan bertanya secara detail mengenai polis asuransi dan benefit yang didapat. Seringkali orang hanya mempertimbangkan harga premi padahal benefitnya tidak seberapa.
Dengan memahami asuransi secara jelas, uang yang dikeluarkan tidak sia-sia untuk sebuah polis yang tidak memiliki manfaat maksimal pada diri kamu. Berikut ada beberapa cara yang bisa membantu Anda dalam memilih dan membeli polis yang tepat.
1. Memahami Syarat-syarat Polis yang Ditentukan
Dalam polis, terdapat banyak hal yang tertulis. Sehingga terkadang kamu malas untuk membacanya. Tetapi penting untuk diketahui bahwa dalam tulisan tersebut salah satu hal yang perlu dicermati, yaitu tentang ketentuan mengajukan klaim. Setiap perusahaan memiliki ketentuan yang berbeda, namun secara standar ketentuan yang harus kamu pahami sejak awal adalah:
- Sistem perhitungan dan besaran premi asuransi yang diterapkan dan harus kamu
- Jenis pertanggungan yang dapat diklaim. Misalnya seperti, jenis layanan rumah sakit yang dapat diklaim (mulai dari dokter, biaya kamar, dan lainnya).
2. Satu Keluarga hanya Satu Polis
Terdapat layanan asuransi yang memungkinkan kamu untuk menggunakan satu polis untuk semua anggota keluarga lainnya. Hal ini akan jauh lebih hemat, karena kamu hanya perlu membayar satu polis saja untuk semua anggota keluarga.
3. Menyesuaikan dengan Kebutuhan
Penting untuk kamu memahami jenis asuransi yang dibutuhkan, karena banyak polis yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Jadi kamu jangan membeli asuransi yang perlindungannya tidak dibutuhkan sama sekali, karena hanya akan membuang uang dengan sia-sia.
Contohnya seperti, kamu sudah memiliki asuransi kesehatan murni, tetapi tertarik dengan asuransi kesehatan unit link dan kemudian menggunakannya juga. Padahal kedua asuransi tersebut tidak memungkinkan untuk melakukan double claim, sehingga akan sia-sia. Sehingga jika kamu ingin berinvestasi, bisa melakukannya secara terpisah dari investasi murni (layanan asuransi).
4. Membeli dan Menggunakan Polis yang Menerima Double Claim
Penggunaan layanan asuransi yang bisa double claim, akan memberikan kamu manfaat maksimal atas penggunaan asuransi tersebut. Misalnya seperti kamu menggunakan dua layanan asuransi kesehatan sekaligus (yaitu dari fasilitas kantor dan dana pribadi), maka dengan menggunakan layanan asuransi yang menerima double claim kamu bisa mengklaimnya hanya dengan menggunakan fotokopi kuitansi yang dikeluarkan rumah sakit.
Comment